Kesehatan

Lebih dari 60 Persen Makanan Kemasan di Indonesia Masuk Kategori Tidak Sehat

Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari 60 persen makanan kemasan di Indonesia tergolong dalam kategori nutri-Level D, yang menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi.

T
Taufik Pranata
01 May 2026 7 pembaca
Lebih dari 60 Persen Makanan Kemasan di Indonesia Masuk Kategori Tidak Sehat
Ilustrasi. Studi teranyar dari CISDI menemukan, lebih dari 60 persen makanan masuk kategori nutri-level D. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) menemukan bahwa lebih dari 60 persen makanan kemasan di Indonesia masuk ke dalam kategori nutri-Level D. Ini menunjukkan bahwa banyak produk makanan tersebut memiliki kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi.

Menurut laporan detikhealth, hasil penelitian ini diperoleh dari analisis terhadap 8.077 sampel yang diambil dari berbagai kota besar, termasuk DKI Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Penelitian ini melibatkan pengujian model profil gizi (nutrient profile models/NPM) yang dilakukan bersama Center for Health and Nutrition Education, Counseling, and Empowerment (CHeNECE) di Universitas Airlangga.

Pengelompokan Makanan Berdasarkan Nutri-Level

Dalam studi ini, peneliti membandingkan temuan mereka dengan penilaian nutri-level, yang merupakan kebijakan baru untuk mengelompokkan makanan kemasan hingga siap saji berdasarkan level A, B, C, dan D. Pengelompokan ini didasarkan pada kandungan gula, garam, dan lemak yang terdapat dalam makanan. Level A dianggap paling sehat, sedangkan level D merupakan kategori yang paling tidak sehat.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 73 persen produk yang dianalisis dinyatakan tidak sehat. Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa 64,2 persen dari sampel tersebut masuk ke dalam kategori level D, yang berarti tinggi akan gula, garam, dan lemak. Sementara itu, 11,4 persen lainnya tergolong dalam level C.

Dampak Kesehatan dari Makanan Kemasan Tidak Sehat

Health Economics Research Associate CISDI, Muhammad Zulfiqar Firdaus, menyatakan bahwa peredaran makanan kemasan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk obesitas. "Temuan ini menegaskan bahwa masyarakat Indonesia hidup dalam lingkungan pangan yang didominasi oleh produk-produk tinggi gula, garam, dan lemak. Ini bukan hanya masalah edukasi individu, tetapi juga menyangkut desain sistem yang perlu diperbaiki," ungkap Zulfiqar dalam keterangan resminya pada Kamis (30/4).

CISDI juga mencatat bahwa sebagian besar produk makanan kemasan yang masuk dalam kategori C sebenarnya telah melampaui batas aman untuk kandungan gula, garam, dan lemak. Namun, kategori nutri-level C masih dianggap relatif aman oleh konsumen.

Artikel Terkait