Saat ini, dunia tengah merayakan ajang Piala Dunia 2026, dengan banyak televisi di rumah-rumah yang menyiarkan pertandingan secara langsung. Dalam suasana ini, setiap orang memiliki tim favorit yang dijagokan, menciptakan suasana kompetisi dan kebersamaan. Kecintaan terhadap tim sepak bola tidak hanya sekadar hobi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik.
Meningkatkan Rasa Kebersamaan
Menurut Profesor Daniel Wann dari Murray State University, kecintaan terhadap olahraga dapat menciptakan koneksi yang lebih luas dengan orang lain. Hal ini memenuhi kebutuhan psikologis individu untuk merasa menjadi bagian dari komunitas. "Ini adalah cara untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu," jelasnya. Interaksi dengan sesama penggemar dapat mengurangi rasa kesepian, meningkatkan kepercayaan antar individu, serta menciptakan makna bersama dalam berbagi pengalaman positif maupun negatif.
Aaron CT Smith, peneliti dari Loughborough University, menambahkan bahwa ikatan antar penggemar melampaui sekadar olahraga. "Penggemar saling mendukung untuk segala hal. Sepak bola atau olahraga apa pun hanyalah alasan untuk terus hadir," ujarnya.
Meningkatkan Harga Diri
Identifikasi dengan tim tertentu dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, terutama saat tim tersebut meraih kemenangan. Fenomena ini dikenal dengan istilah British International Respectful God (BIRG), di mana penggemar merasa bagian dari tim dan merayakan kemenangan bersama, meskipun mereka tidak ikut bermain. Penelitian menunjukkan bahwa semakin kuat identifikasi seseorang dengan tim, semakin besar kemungkinan mereka merasakan efek positif dari kemenangan tersebut.
Mencegah Depresi dan Isolasi Sosial
Menjadi penggemar olahraga mungkin tidak dapat menyembuhkan depresi klinis, tetapi dapat membantu mencegahnya. Rasa kesepian dan keputusasaan sering kali menjadi pemicu depresi, dan menjadi bagian dari komunitas penggemar dapat memutus rantai kesepian. "Semua itu bukanlah terapi. Tapi, itu juga bukan sesuatu yang tidak berarti," kata Smith.
Saluran Sehat untuk Mengekspresikan Emosi
Kecintaan terhadap olahraga juga dapat menjadi saluran untuk mengekspresikan emosi. Dalam konteks ini, mengekspresikan emosi dianggap diterima secara sosial. "Olahraga adalah salah satu jalan di mana individu diperbolehkan untuk mengekspresikan emosi mereka," ungkap Wann. Kegembiraan saat merayakan kemenangan memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan perasaan dengan bebas, seperti menangis, berpelukan, atau berteriak, tanpa khawatir akan dampak sosial yang negatif.
Mendorong Aktivitas Fisik
Meskipun tidak semua penggemar tim sepak bola aktif bermain olahraga, sebuah survei yang diterbitkan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa mereka yang menyukai olahraga cenderung lebih terlibat dalam aktivitas fisik. "Penggemar olahraga jauh lebih mungkin untuk berpartisipasi dalam olahraga. Hal itu mendorong orang untuk tetap aktif," kata Wann.