Portland Timbers telah mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Marti Cifuentes, mantan pelatih Queens Park Rangers dan Leicester City, sebagai pelatih baru klub. Penunjukan ini dilakukan sebagai pengganti Phil Neville yang sebelumnya menjabat. Cifuentes merasa sangat antusias untuk memulai perjalanan barunya di Portland Timbers setelah resmi ditunjuk.
Timbers memulai kembali musim Major League Soccer (MLS) mereka dengan performa yang mengesankan pekan lalu, di mana pelatih sementara Jack Cassidy berhasil memimpin tim meraih kemenangan besar dengan skor 5-1 melawan Seattle Sounders. Cifuentes diangkat sebagai pelatih baru pada hari Selasa, 21 Juli, meskipun Cassidy akan tetap memegang tanggung jawab hingga proses visa Cifuentes selesai.
Antusiasme Cifuentes
"Saya sangat gembira bisa menjadi pelatih kepala klub ini," ungkap Cifuentes. "Percakapan saya dengan Merritt dan Ned benar-benar menginspirasi, dan visi mereka selaras sempurna dengan apa yang ingin saya ikuti. Saya selalu mengikuti MLS, dan sudah lama menjadi ambisi saya untuk merasakan liga ini."
Sebelum bergabung dengan Portland, Cifuentes dipecat dari Leicester City pada bulan Januari. Ia sebelumnya juga melatih Queens Park Rangers. "Mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal itu di klub seperti Portland, dengan basis penggemar yang luar biasa dan kelompok pemain yang menarik, sungguh istimewa," tambahnya.
Visi untuk Tim dan Kota
Cifuentes menyadari betapa besarnya gairah masyarakat Portland terhadap sepak bola. "Saya tahu betapa besarnya gairah kota ini terhadap sepak bola, dan hubungan antara klub dan kota inilah yang membuat kesempatan ini begitu bermakna. Kami ingin membangun tim dengan identitas yang jelas, ambisi yang kuat, dan rasa kebersamaan yang nyata, tim yang mewakili kota ini dan membuat para pendukung kami bangga."
Ia juga menyoroti bahwa sepak bola di Amerika Serikat sedang memasuki era baru, terutama dengan negara ini menjadi tuan rumah Piala Dunia. "Menjadi bagian dari perjalanan itu dan berkontribusi pada babak selanjutnya di sini adalah sebuah kehormatan," tutup Cifuentes.