BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Berita Terkini Minggu, 12 Jul 2026 15:19 WIB

Mendagri Dorong Pemda dan Dekranasda Kembangkan Kerajinan Lokal

12 Jul 2026, 15:19 WIB 87x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
A
Almira Rara Susanti 87x dibaca · 3 menit baca
Foto: Kemendagri
Foto: Kemendagri

Jakarta - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengajak pemerintah daerah (Pemda) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan yang ada di masing-masing daerah. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu melestarikan budaya, menciptakan lapangan kerja, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito pada acara penutupan rangkaian perayaan 46 tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang bertajuk 'Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia' di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada hari Minggu, 12 Juli. Tito menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemimpin dalam industri kerajinan di tingkat global. Kekayaan budaya, keberagaman suku, serta ketersediaan sumber daya alam yang melimpah menjadi modal utama untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia di pasar internasional.

Peluang Pasar Kerajinan Global

Ia menambahkan bahwa pasar kerajinan dunia masih menawarkan peluang yang sangat luas dengan nilai mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, Indonesia hingga saat ini belum termasuk dalam sepuluh besar negara produsen kerajinan dunia. Meskipun demikian, Tito percaya bahwa Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditandingi dibandingkan negara lain, yaitu keragaman produk kerajinan yang ditawarkan. Menurutnya, setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik serta hasil kerajinan yang unik, yang dipengaruhi oleh budaya, lingkungan, dan ketersediaan bahan baku.

"Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia," ungkap Tito dalam keterangannya pada hari Minggu, 12 Juli 2026.

Potensi yang Belum Dimanfaatkan

Lebih lanjut, Tito menyatakan bahwa masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk kerajinan yang bernilai tinggi. Ia memberikan contoh mengenai pemanfaatan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat yang diolah menjadi berbagai produk kerajinan. Menurutnya, potensi serupa masih dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga kaya akan kerajinan tradisional seperti tenun yang memiliki nilai seni yang tinggi. Produk-produk ini banyak dicari oleh kolektor internasional karena keunikan dan kelangkaannya. "Artinya, Indonesia kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali," jelasnya.

Di sisi lain, Tito juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada panitia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan penyelenggaraan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Dekranas dan Dekranasda, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah setempat.

Dalam acara tersebut, turut hadir Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Dekranasda Sulsel Naomi Octarina, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, serta Ketua Harian Dekranasda Makassar Melinda Aksa, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan pejabat terkait lainnya.