AC Milan sedang menilai kemungkinan untuk mendatangkan Raphael Guerreiro. Setelah hasil imbang 1-1 melawan Inter Milan, kelemahan di sisi sayap dalam skema 3-4-2-1 yang diterapkan oleh Ruben Amorim semakin jelas terlihat.
Laga persahabatan di Perth tersebut mengungkapkan salah satu kekurangan terbesar dalam tim Milan saat ini, yaitu kurangnya wing-back yang dapat diandalkan. Menurut Tuttosport yang dilansir oleh MilanPress, Pervis Estupinan dan Samuel Chukwueze tampil kurang memuaskan dalam pertandingan tersebut.
Keduanya tidak mampu memberikan dukungan yang memadai di lini belakang, dengan Chukwueze membiarkan Dimarco mencetak gol tanpa pengawalan, serta minimnya kontribusi dalam serangan. Sementara itu, Zachary Athekame tidak dapat bermain karena masalah cedera, dan Alexis Saelemaekers menunjukkan performa yang cukup baik. Davide Bartesaghi, yang kini diproyeksikan sebagai starter, mengalami kesulitan menghadapi tekanan dari Andy Diouf, meskipun posisi wing-back bukanlah posisi aslinya.
Kebutuhan Mendesak untuk Wing-Back
Di awal bursa transfer, Amorim telah mengungkapkan kepada manajemen mengenai perlunya pemain wing-back kanan dan kiri sebagai starter. Namun, proses transfer mengalami kendala karena minimnya hasil penjualan pemain. Dalam pertemuan mendatang antara manajemen dan pelatih, solusi untuk masalah ini harus segera dicari.
Raphael Guerreiro sebagai Solusi
Media melaporkan bahwa nama Raphael Guerreiro muncul sebagai kandidat, mengingat statusnya sebagai agen bebas setelah dilepas oleh Bayern Munich. Jika Milan terus mengalami kesulitan dalam menghasilkan dana dari penjualan pemain, mendatangkan Guerreiro bisa menjadi langkah yang efektif untuk menambah pengalaman, fleksibilitas posisi, dan ketajaman di lini tersebut.