BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:39 WIB
Berita Terkini Jumat, 15 Mei 2026 15:38 WIB

Morris 'Moe' Berg: Atlet Bisbol yang Menjadi Mata-Mata

15 Mei 2026, 15:38 WIB 20x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
S
Shinta Islamadina 20x dibaca · 3 menit baca
Foto: Morris
Foto: Morris

Jakarta - Amerika Serikat (AS) telah melahirkan sejumlah atlet bisbol yang luar biasa. Salah satu di antaranya adalah Morris 'Moe' Berg, yang lebih dikenal bukan hanya karena bakatnya dalam olahraga, tetapi juga karena perannya sebagai mata-mata. Berdasarkan informasi dari Central Intelligence Agency (CIA), Moe adalah seorang penangkap bola bisbol yang memanfaatkan berbagai kemampuannya untuk kepentingan negara sebagai seorang perwira intelijen.

Moe lahir di New York City pada tanggal 2 Maret 1902. Sejak kecil, ia sudah mulai bermain bisbol dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Princeton. Setelah menyelesaikan studinya pada tahun 1923, Moe mendapatkan kontrak dengan Brooklyn Dodgers. Ia memulai kariernya sebagai pemain base pertama dan shortstop. Selain keahliannya dalam bisbol, Moe juga memiliki kemampuan berbahasa yang mengesankan.

Pendidikan dan Karier Bisbol

Di luar lapangan, Moe belajar bahasa Prancis di Sorbonne, Paris, dan kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Columbia. Pada tahun 1926, ia bergabung dengan Chicago White Sox dan mengubah posisinya menjadi catcher. Ia berhasil meraih gelar sarjana hukum dan diterima sebagai anggota bar New York State pada tahun 1928. Moe kemudian bergabung dengan firma hukum Satterlee dan Canfield, sambil tetap aktif bermain bisbol untuk White Sox.

Pada tahun 1930, Moe mengalami cedera pada lutut kanannya yang membatasi waktu bermainnya. Di tahun 1931, ia dipindahkan ke Cleveland Indians dan selanjutnya ke Washington Senators.

Peran Sebagai Mata-Mata

Dengan kecerdasan dan bakat intelektual yang dimilikinya, Moe sering diundang ke berbagai acara makan malam dan pesta kedutaan. Kemampuan bahasanya yang luar biasa serta kecerdasannya membuatnya terkenal di kalangan masyarakat dan menarik perhatian pemerintahan Roosevelt. Moe bermain untuk Senators hingga tahun 1934, dan pada tahun tersebut, ia melakukan tur ke Jepang bersama tim bisbol All-Star Amerika. Selama berada di Jepang, ia merekam berbagai lokasi penting seperti Pelabuhan Tokyo dan instalasi militer untuk kepentingan pemerintah AS.

Setelah kembali dari Jepang, Moe bergabung dengan Boston Red Sox. Di tim ini, ia berpartisipasi dalam pertandingan perdana Baseball Hall of Fame pada tahun 1939 dan terus bermain serta melatih hingga pensiun pada tahun 1942.

Pada tahun 1943, Moe direkrut oleh Kantor Layanan Strategis (OSS), yang merupakan pendahulu CIA. Ia kemudian dikirim ke Swiss untuk mengumpulkan informasi intelijen mengenai upaya Jerman dalam pengembangan bom atom. Dalam misinya, Moe bertemu dengan fisikawan Jerman Werner Heisenberg, yang secara tidak sengaja mengungkapkan keyakinannya bahwa Jerman akan kalah perang dan bahwa Nazi belum mendekati pengembangan bom tersebut. Informasi yang diberikan Moe sangat berharga bagi Amerika Serikat selama Perang Dunia II.

Setelah OSS dibubarkan pada tahun 1945, Moe tetap melanjutkan kariernya di staf Kelompok Penasihat NATO untuk Penelitian dan Pengembangan Penerbangan. Sebelum meninggal dunia pada tahun 1972, ia menyadari bahwa namanya mungkin tidak akan tercatat dalam sejarah bisbol AS. Namun, ia merasa bangga atas kontribusinya kepada negaranya. "Mungkin saya tidak berada di Hall of Fame Bisbol Cooperstown seperti banyak teman bisbol saya, tetapi saya senang memiliki kesempatan untuk bermain bisbol profesional dan sangat bangga atas kontribusi saya kepada negara saya," ungkapnya.