BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 03:46 WIB
Berita Terkini Sabtu, 27 Jun 2026 20:03 WIB

MPR RI Gelar Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Manado untuk Tingkatkan Kesadaran Kebangsaan

27 Jun 2026, 20:03 WIB 40x dibaca 5 menit baca news.detik.com news.detik.com
G
Galih Lingga Pradipta 40x dibaca · 5 menit baca
Foto: MPR
Foto: MPR

Anggota MPR RI dari DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Utara, Ir Stefanus BAN Liow, telah secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di tingkat provinsi yang berlangsung di Manado. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MPR RI untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai nilai-nilai kebangsaan, sekaligus menjawab tantangan yang muncul di era digital yang semakin kompleks.

Sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan sederajat terbaik dari berbagai daerah di Sulawesi Utara berpartisipasi dalam babak final setelah melewati proses seleksi yang ketat. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SMAS Dian Harapan Manado, SMA Katolik Rex Mundi Manado, SMAN 2 Tomohon, SMAN 1 Tahuna, SMA Kristen Eben Haezar Manado, MAN 1 Bolaang Mongondow Plus Keterampilan, SMAN 1 Pinogaluman, SMAN 2 Bitung, dan SMAS Katolik Theodorus Kota Kotamobagu. Para peserta dibagi ke dalam tiga grup untuk mengikuti tiga babak penyisihan sebelum melaju ke final, dengan setiap pertandingan mencakup kategori Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan babak rebutan.

Perwakilan Provinsi untuk Grand Final Nasional

Juara dari tingkat Provinsi Sulut nantinya akan mewakili daerah dalam Grand Final Nasional LCC Empat Pilar MPR RI yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 di Gedung MPR RI, Jakarta. Dewan juri terdiri dari Dr Ferry Laud Liando, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi, Dr Dani R Pinasang, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Hukum UNSRAT, serta Dr Julien Biringan, Lektor Kepala Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Manado.

Menghadapi Tantangan Era Digital

Dalam sambutannya, Stefanus menekankan bahwa LCC Empat Pilar bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulut dan Dinas Pendidikan Daerah yang telah mendukung acara ini.

Stefanus menjelaskan bahwa Indonesia kini berada dalam era di mana lanskap demokrasi berubah dengan cepat seiring dengan kemajuan teknologi digital. Generasi Z dan awal Generasi Alpha yang saat ini berada di bangku SMA adalah kelompok digital native yang mendominasi lebih dari seperempat populasi Indonesia. Hal ini menciptakan tantangan baru berupa arus informasi yang deras, termasuk hoaks dan disinformasi.

Berdasarkan survei nasional yang melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi, lebih dari 80% generasi muda Indonesia merasa bangga terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, mereka memerlukan metode pembelajaran kebangsaan yang lebih segar, dinamis, dan partisipatif. "Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar hadir bukan sebagai doktrinasi satu arah, melainkan metode pembelajaran yang edukatif, kompetitif, sekaligus menyenangkan," ungkap Stefanus.

Stefanus menambahkan bahwa melalui kompetisi ini, peserta tidak hanya dituntut untuk menghafal materi, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, mengambil keputusan dengan cepat, serta menjunjung tinggi nilai demokrasi, sportivitas, dan kejujuran. Ia juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan LCC tahun 2026 akan menghadirkan berbagai pembaruan, termasuk digitalisasi sistem bank soal dan mekanisme penilaian secara real time.

Antusiasme sekolah-sekolah di Sulut meningkat signifikan, dengan 87 sekolah mendaftar dan 57 sekolah mengikuti seleksi daring yang ketat sebelum terpilih sembilan sekolah terbaik. Stefanus menilai pencapaian ini menunjukkan peningkatan literasi kebangsaan di kalangan pelajar Sulut. Para peserta tidak hanya mewakili sekolah masing-masing, tetapi juga menjadi representasi generasi muda yang akan mengawal perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Materi yang diperlombakan mencakup empat fondasi utama kehidupan berbangsa, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Empat pilar ini tidak boleh berhenti sebagai hafalan. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari karena menjadi fondasi yang menjaga Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan global," tegas Stefanus.

Ia juga menilai Sulut sebagai contoh daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi, yang lahir dari modal sosial masyarakat melalui filosofi 'Torang Samua Basudara' dan 'Si Tou Timou Tumou Tou', yang mengajarkan pentingnya hidup untuk memanusiakan sesama. Stefanus berharap para peserta dapat membawa pulang semangat nasionalisme ke sekolah dan daerah masing-masing, terlepas dari hasil akhir perlombaan.

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut, Dr Femmy J Suluh, juga menyampaikan apresiasi Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, kepada MPR RI atas konsistensinya dalam membumikan ideologi bangsa melalui LCC Empat Pilar. Menurut Dr Femmy, berbagai inovasi yang dilakukan MPR RI membuat kompetisi ini semakin menarik dan relevan bagi generasi muda.

Setelah sempat hanya berlangsung di tingkat provinsi pada 2024, mulai tahun 2025 para juara kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil di tingkat nasional, dan pola tersebut akan berlanjut pada tahun ini. Dr Femmy menilai LCC Empat Pilar sebagai investasi jangka panjang dalam membangun karakter kebangsaan generasi muda. "Melalui kompetisi ini kita sedang menanam investasi terbaik bagi masa depan Indonesia," ujarnya.

Ia berharap para peserta dan alumni LCC tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, melainkan menjadi duta Pancasila dan konstitusi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika akan membentuk generasi muda yang kritis, tidak mudah terprovokasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Pemprov Sulut juga berencana untuk memperluas penyelenggaraan LCC hingga tingkat kabupaten dan kota agar lebih banyak pelajar mendapatkan kesempatan menjadi Duta Pancasila dan Duta Konstitusi. Dr Femmy mengapresiasi pemerataan peserta tahun ini yang tidak hanya didominasi oleh sekolah-sekolah di Kota Manado, tetapi juga melibatkan wakil dari Sangihe, Bolaang Mongondow, Minahasa, Tomohon, Bitung, dan daerah lainnya.

Dr Femmy menegaskan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari kecepatan menekan bel atau besarnya nilai yang diraih, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Empat Pilar berakar kuat dalam diri mereka sebagai calon pemimpin Indonesia di masa depan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulsel, Dr Femmy J Suluh, serta para kepala sekolah, guru pembina, dan pendamping peserta.