Inter Milan dilaporkan sedang menerapkan strategi pengelolaan keuangan yang sangat disiplin dalam bursa transfer musim panas ini. Hal ini terjadi di tengah kabar bahwa Oaktree Capital, pemilik klub, mulai menjajaki kemungkinan untuk menjual tim tersebut.
Oaktree sebelumnya memberikan pinjaman kepada pemilik sebelumnya, Suning. Ketika Suning gagal memenuhi kewajiban pembayaran, kepemilikan klub secara efektif berpindah tangan pada musim panas 2024. Sejak awal, tujuan dari dana investasi asal Amerika Serikat ini adalah untuk memperbaiki kondisi Inter, mengurangi utang, dan meningkatkan pendapatan klub sebelum akhirnya menjualnya kembali dengan keuntungan di masa mendatang.
Proses Pencarian Calon Pembeli
Menurut laporan dari Corriere della Sera, saat ini Oaktree dilaporkan telah mulai mencari calon pembeli untuk klub. Dalam dua tahun terakhir, mereka berhasil menstabilkan kondisi keuangan Inter Milan, dengan pendapatan yang secara konsisten melebihi pengeluaran. Ini merupakan pencapaian yang signifikan, mengingat Inter pernah mencatat kerugian hingga 245 juta euro setelah pandemi pada tahun 2021.
Utang klub juga telah direstrukturisasi, dan proyek pembangunan stadion baru yang akan digunakan bersama rival sekota, AC Milan, segera dimulai. Meskipun penjualan klub tidak dianggap sebagai masalah mendesak, opsi ini selalu menjadi bagian dari rencana Oaktree sejak awal. Oleh karena itu, mereka berusaha untuk menjaga kondisi keuangan klub tetap teratur dan tidak mengeluarkan dana yang besar untuk transfer pada musim panas ini.
Strategi Keuangan yang Berhasil
Dengan pendekatan yang hati-hati ini, Oaktree berharap dapat meningkatkan nilai klub sebelum melakukan penjualan. Keputusan untuk membatasi pengeluaran di bursa transfer merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa Inter Milan tetap dalam kondisi finansial yang baik.