Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas gempa bumi yang terjadi di beberapa daerah di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama dengan pengelola bandara dan layanan navigasi penerbangan sedang melaksanakan pemeriksaan serta pemantauan terhadap kondisi fasilitas, personel, dan operasional penerbangan di daerah yang terkena dampak.
Bandara yang Terdampak
Menurut Lukman, terdapat lima bandara yang dilaporkan mengalami dampak dari gempa tersebut, yaitu Bandara Komodo di Labuan Bajo, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Bandara Frans Sales Lega di Ruteng, dan Bandara Soa di Bajawa. Dalam keterangan tertulis yang disampaikan di Jakarta, ia menyatakan, "Saat ini, terdapat lima bandar udara yang dilaporkan terdampak."
Kerusakan yang Dilaporkan
Lukman juga menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi meliputi retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya. Di Bandar Udara Soa, Bajawa, laporan awal menunjukkan adanya kerusakan sedang pada runway dan beberapa bangunan serta fasilitas pendukung, termasuk retakan baru di beberapa lokasi. Selain itu, pada aspek layanan navigasi penerbangan, terdapat beberapa unit yang terdampak, seperti Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa, dan Unit Ruteng.
Dia menambahkan bahwa seluruh personel yang bertugas di lokasi-lokasi yang terdampak dilaporkan dalam keadaan selamat.