Frans Antony, yang merupakan buronan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, ditangkap di Malaysia setelah pelacakan yang dilakukan terkait keterlibatannya dalam jaringan narkoba yang dipimpin oleh Fredy Pratama. Frans, yang dikenal sebagai anak buah Fredy, telah tiba di Bareskrim Polri di Jakarta.
Pada Jumat, 19 Juni 2026, Frans tiba di gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.35 WIB dengan pengawalan ketat. Saat kedatangannya, tangan Frans tampak diborgol, mengenakan pakaian berwarna hitam dan celana abu-abu. Sejak diturunkan dari mobil, Frans terlihat terus menunduk dan tidak mengucapkan sepatah kata pun, demikian pula dengan istrinya yang turut dibawa bersamanya dari Malaysia.
Peran Frans dalam Jaringan Narkoba
Frans Antony diidentifikasi sebagai pengendali keuangan dalam jaringan narkoba yang dipimpin Fredy Pratama. Keduanya diketahui memiliki hubungan dekat sejak masa SMA di Kalimantan Selatan. Brigjen Eko Hadi Santoso, dari Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, menyatakan, "Frans Antony merupakan pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama." Ia juga menambahkan bahwa Frans adalah orang terdekat Fredy dan mereka pernah bersekolah di tempat yang sama di Kalsel.
Informasi lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan dan peran lebih jauh dari Frans akan disampaikan oleh Brigjen Eko pada sore hari di gedung Bareskrim Polri.
Profil Fredy Pratama
Fredy Pratama sendiri merupakan gembong narkoba yang saat ini tengah diburu oleh pihak kepolisian. Ia dikenal sebagai pengendali 10,2 ton sabu di Indonesia dan mulai terlibat dalam dunia narkoba sejak tahun 2009. Fredy dijuluki 'The Secret' atau 'The Cassanova' dan diklaim sebagai satu-satunya importir yaba, yaitu sabu dalam bentuk pil yang berasal dari Thailand. Sejak 2014, Fredy diketahui melarikan diri ke Thailand dan telah melakukan beberapa operasi plastik untuk menghindari penangkapan. Ia juga menikah dengan seorang wanita Thailand yang merupakan anak dari bos kartel narkoba di kawasan Segitiga Emas.