Kota Depok - Dalam upaya menemukan kaki pria berinisial K (51), yang menjadi korban mutilasi, dua ekor anjing pelacak dari kepolisian dikerahkan di Cipayung, Kota Depok. Kedua anjing tersebut memiliki keahlian khusus yang berbeda. K9 Roby merupakan spesialis dalam kasus kriminal umum, sedangkan K9 Dasa memiliki keahlian dalam melacak jasad.
Menurut Kombes Gatot Aris Purbaya, Kasubdit Pelacakan dan Penangkalan Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri, K9 Roby sebelumnya sudah berhasil mengidentifikasi pelaku mutilasi yang bernama Saepul (26). Roby telah dibawa ke lokasi kejadian di Tanah Merah, Cipayung, untuk membantu menemukan sisa potongan tubuh korban.
Pencarian Berlanjut di Kali Licin
K9 Dasa juga dikerahkan karena kemampuannya dalam mencari jasad. Kedua anjing tersebut digunakan untuk melacak sisa potongan tubuh korban yang diduga dibuang ke Kali Licin, Depok. Meskipun pelaku pembunuhan yang kejam di Pancoran Mas telah ditangkap oleh Tim Resmob Polda Metro Jaya, Kombes Gatot menegaskan bahwa tugas tim gabungan masih belum sepenuhnya selesai. "Hari ini medan pencarian dipastikan diperketat dengan diterjunkannya K9 Dasa, satwa pelacak spesialis cadaver atau pelacak mayat/jenazah," ujarnya.
Pada malam Selasa (4/8), K9 Roby dibawa ke Tanah Merah, yang merupakan lokasi penemuan jasad korban. Di lokasi tersebut, K9 Roby mencari jejak pelaku dari titik nol lokasi kejadian hingga memberikan petunjuk kepada polisi mengenai lokasi kontrakan Saepul, yang juga menjadi tempat terjadinya pembunuhan dan mutilasi. "Mengandalkan ketajaman indra penciumannya, K9 Roby menyisir area dari titik nol TKP dan berhasil mengunci arah pelarian pelaku. Kini pelaku telah resmi ditangkap oleh tim Resmob Polda Metro Jaya," tambahnya.
Penyisiran di Kali Licin
Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali melakukan penyisiran di Kali Licin, Cipayung, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi berinisial K. Pencarian ini merupakan kelanjutan dari pencarian yang dilakukan pada Kamis (6/8) sebelumnya. Pantauan di lokasi pada Jumat (7/8) pukul 10.30 WIB menunjukkan bahwa anggota Ditpolsatwa Baharkam Polri telah berada di lokasi dengan dua anjing pelacak.
Arus air di Kali Licin terlihat cukup deras, dan polisi masih melakukan penyisiran sambil membawa tongkat serta alat pendukung untuk mencari potongan tubuh korban. Warga setempat juga terlihat berkumpul untuk menyaksikan proses pencarian ini. Sebelumnya, tersangka Saepul (26) mengaku telah membuang potongan kaki korban ke kali tersebut.