Di Depok, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melaksanakan pencarian potongan kaki dari korban mutilasi yang dikenal dengan inisial K (51) di Kali Licin, Cipayung. Pencarian yang berlangsung selama empat jam tersebut tidak membuahkan hasil, di mana potongan kaki korban masih belum ditemukan.
Pencarian dimulai pada pukul 13.00 WIB dan berlanjut hingga pukul 16.00 WIB. Selain tim kepolisian, anjing K9 juga dikerahkan untuk membantu dalam pencarian potongan tubuh korban. Pantauan di lokasi pada Kamis (6/8/2026) menunjukkan bahwa Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Depok turut terlibat dalam upaya pencarian di sungai. Namun, setelah menyisir area sepanjang 500 meter, potongan tubuh tersebut tetap tidak ditemukan.
Pencarian Dihentikan Setelah Empat Jam
Pukul 17.00 WIB, pencarian di lokasi dihentikan oleh pihak kepolisian dan Dinas SDA. Masyarakat setempat juga terlihat mengerumuni area pencarian selama proses berlangsung. Sebelumnya, Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pencarian ini berdasarkan pengakuan tersangka Saepul (26), yang menyatakan bahwa ia membuang potongan kaki korban di kali tersebut.
Ipda Breggy Yesaya, yang menjabat sebagai Katimsus 2 Resmob Polda Metro Jaya, menjelaskan, "Untuk agenda hari ini kami dari Subdit Resmob untuk menelusuri potongan kaki dari korban yang dibuang oleh pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, dibuang di jembatan di Pancoran Mas, seperti itu."
Kendala dalam Pencarian
Ipda Breggy menambahkan bahwa pihaknya menggunakan anjing K9 untuk melacak jejak potongan tubuh yang hilang. Penyisiran dilakukan sejak pukul 13.00 WIB dan melibatkan koordinasi dengan operator K9. Meski demikian, pencarian mengalami kendala karena jarak waktu antara pembuangan potongan tubuh dan penemuan mayat. Potongan tubuh diduga telah terbawa arus sungai.
“Untuk sementara masih proses karena memang ada kendala dari kami adalah untuk waktu penemuan mayat sendiri itu 4 Agustus, sedangkan waktu pembuangan mayatnya itu 23 Juli 2026. Jadi sudah ada range sekitar satu minggu lebih yang kemudian sempat dalam satu minggu itu ada hujan. Jadi untuk arus sungai sendiri agak deras,” ungkapnya.