BREAKING Senin, 15 Jun 2026 23:19 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Senin, 15 Jun 2026 22:16 WIB

Pengalaman Niven Hopkins: Gejala Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan

15 Jun 2026, 22:16 WIB 1x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
I
Ilham Saputra 1x dibaca · 3 menit baca
Pengalaman Niven Hopkins: Gejala Gagal Ginjal yang Sering Diabaikan
Ilustrasi. Gejala gagal ginjal kerap samar dan tak disadari. (iStockphoto)

Gagal ginjal dapat muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang sering kali tidak disadari. Hal ini dialami oleh Niven Hopkins, seorang pemuda asal Preston, Inggris, yang didiagnosis dengan gagal ginjal stadium 4 pada usia 26 tahun.

Dalam sebuah wawancara, Hopkins menjelaskan gejala-gejala yang muncul namun tidak ia sadari sebelumnya. Awalnya, ia merasakan sakit pada kakinya yang tiba-tiba muncul pada bulan Juni 2024. Ia tidak melakukan aktivitas fisik yang berat sebelumnya, sehingga ia terkejut saat merasakan nyeri tersebut. "Ketika kaki saya tiba-tiba mulai sakit suatu malam, gagal ginjal adalah hal terakhir yang terlintas di pikiran saya," ungkapnya.

Gejala yang Tidak Disadari

Sakit pada kakinya berlanjut dengan gejala yang mirip dengan serangan asam urat yang parah. Kakinya bengkak, berwarna merah, dan sangat nyeri. Hopkins merasa bingung karena ia jarang mengonsumsi alkohol, sehingga ia mempertanyakan penyebab nyeri tersebut.

Setelah menjalani beberapa tes darah di rumah sakit, ia akhirnya didiagnosis dengan gagal ginjal stadium 4. "Saya berpikir, ini tidak mungkin. Pasti ada kesalahan," katanya. Meskipun merasa baik-baik saja dan menjalani gaya hidup sehat, diagnosis tersebut mengubah hidupnya secara drastis. Ia harus dirawat di rumah sakit untuk serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, kondisi gagal ginjalnya telah meningkat menjadi stadium 5, dan ia menjalani terapi cuci darah setiap malam selama sembilan jam. Terapi ini dikenal dengan nama automated peritoneal dialysis (APD), di mana sebuah selang di perut terhubung ke mesin dialisis untuk menggantikan fungsi ginjalnya yang telah rusak.

Gejala Awal yang Terabaikan

Hopkins menyadari bahwa gejala gagal ginjal tidak muncul secara tiba-tiba. Ia mengungkapkan bahwa tubuhnya sebenarnya telah memberikan beberapa tanda peringatan yang sebelumnya ia abaikan. "Jika mengingat kembali sekarang, saya bisa melihat ada tanda-tanda peringatan. Tetapi pada saat itu, saya mengabaikan semuanya," ujarnya.

Apa saja gejala yang dialaminya? Pertama, ia merasa kelelahan yang terus-menerus, yang ia anggap sebagai efek dari pekerjaan dan aktivitas fisik. "Saya pikir itu [kelelahan] normal untuk seseorang seusia saya," jelasnya.

Kedua, ia mengalami urine berbusa, yang sering kali diabaikan banyak orang. Jika busa tidak segera menghilang, itu bisa menjadi tanda adanya protein dalam urine. "Saya mengalaminya cukup lama, tapi saya tidak pernah tahu apa artinya," tambahnya.

Ketiga, ia merasakan sakit punggung yang ia anggap sebagai akibat dari olahraga. "Saya juga mengalami sakit punggung, yang saya anggap sebagai akibat olahraga di gym," ujarnya.

Terakhir, ia mengalami gejala brain fog, di mana ia sering lupa tentang apa yang ingin dikatakannya saat berbicara dan sulit untuk fokus. "Gejala itu muncul perlahan, dan saya tidak mengaitkannya dengan sesuatu yang serius," tuturnya.

Walaupun gejala-gejala tersebut tampak sepele, jika digabungkan, mereka menceritakan sebuah kisah yang lebih besar. Kini, Niven Hopkins aktif membagikan pengalamannya mengenai gagal ginjal melalui media sosial, berharap agar orang lain tidak menunggu sampai terlambat untuk menyadari gejala penyakit ini.