Jakarta - Seorang pengendara sepeda motor yang dikenal dengan inisial MN terlibat insiden di Jalan DI Pandjaitan, Jakarta Timur, ketika ia melawan arah dan marah saat ditegur oleh petugas kepolisian. MN kemudian menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya.
Dalam sebuah video yang beredar, MN mengungkapkan, "Saya adalah pengendara motor yang tadi malam yang melawan arus, sehingga saya melawan petugas kepolisian dan bahkan melakukan pemukulan dan berbicara kasar." Ia menjelaskan bahwa ia merasa terkejut saat ditegur karena sedang membawa anak dan istri.
Pengakuan dan Permohonan Maaf
MN mengakui bahwa tidak ada alasan untuk melawan arah dan menyatakan, "Dikarenakan saya sangat kaget, karena kejadiannya saya bawa anak dan istri. Namun, tidak membenarkan saya untuk dibenarkan, karena ini murni adalah kesalahan saya telah melawan arus lalu lintas."
Dia juga meminta maaf kepada pihak kepolisian yang telah menegurnya. "Dan saya juga memohon maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan, khususnya Kepolisian Jakarta Timur, dan Bapak Kepolisian yang sudah melarang saya untuk tidak lawan arus, namun saya tetap lawan arus," jelasnya. MN berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan serupa dan berkomitmen untuk menjadi pengendara yang mematuhi aturan lalu lintas.
Insiden dan Tindakan Polisi
Dalam video tersebut, tampak MN berboncengan dengan seorang wanita dan anak kecil, melawan arah serta tidak mengenakan helm. Aksi berbahaya ini sempat membuat pengendara lain terpaksa menghadangnya, yang kemudian berujung pada insiden pemukulan.
Kapolsek Jatinegara, Kompol Samsono, menyatakan bahwa pihaknya telah menyelidiki kejadian tersebut dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. "Sudah nggak ada masalah. Selesai damai," kata Samsono. Ia juga menambahkan bahwa pengendara sering kali melawan arah di jalan tersebut dan pihak kepolisian telah berupaya untuk mencegah kejadian serupa.
"Iya (lawan arah) colongan. Kita imbau agar tidak melawan arah," ujarnya.