Tinnitus atau sensasi telinga berdenging merupakan masalah pendengaran yang cukup umum, yang sering kali dihubungkan dengan mitos bahwa seseorang sedang dibicarakan. Menurut laman Prevention, tinnitus mencakup berbagai bentuk persepsi suara yang tidak berasal dari sumber eksternal. Suara yang dirasakan bisa bervariasi, mulai dari dengingan, desisan, hingga siulan. Meskipun tinnitus bukanlah penyakit, kondisi ini perlu diperiksakan jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jackie Clark, seorang audiolog klinis dan profesor asosiasi di School of Brain and Behavioral Sciences, Universitas Texas di Dallas, menjelaskan bahwa tinnitus yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang serius. Berikut adalah beberapa penyebab telinga berdenging yang diungkapkan oleh Clark dan Catherine Palmer, Direktur Audiology and Hearing Aids di University of Pittsburgh Medical Center.
1. Terlalu Sering Terpapar Suara Keras
Salah satu penyebab utama telinga berdenging adalah paparan terhadap suara keras secara berlebihan. Dengingan bernada tinggi yang sering terdengar bisa menjadi indikasi bahwa telinga telah terpapar kebisingan berlebih, yang umum dialami oleh pekerja di pabrik, konstruksi, kru jalan, personel militer, pekerja industri musik, dan pemburu. Palmer menekankan bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga dapat merusak pendengaran dalam jangka panjang.
Di dalam telinga bagian dalam terdapat ribuan sel rambut halus yang berfungsi untuk merespons berbagai jenis suara. Sel-sel ini rentan mengalami kerusakan seiring waktu, yang dapat menyebabkan munculnya dengingan bernada tinggi dan bahkan gangguan pendengaran.
2. Telinga Kotor
Kotoran telinga yang menyumbat dapat menyebabkan tekanan pada saraf di saluran telinga, yang pada gilirannya dapat memicu sensasi berdenging. Ketika telinga tersumbat dan sulit menangkap suara dari luar, dengungan juga dapat muncul. Beruntungnya, jika penyebab ini diatasi dengan membersihkan telinga, gejala tinnitus biasanya akan mereda.
3. Hidung Tersumbat
Kondisi seperti flu berat, pilek, atau infeksi sinus juga dapat memicu tinnitus. Tekanan pada telinga tengah dan saluran hidung dapat merangsang saraf dan menyebabkan sensasi berdenging. Jika hidung sudah tidak tersumbat tetapi tinnitus masih terasa, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.
4. Kadar Gula Darah Tidak Terontrol
Tinnitus juga dapat menjadi indikator awal adanya gangguan saraf atau kerusakan pembuluh darah kecil di telinga bagian dalam pada penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin secara efektif, yang berfungsi mengolah glukosa menjadi energi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko tinnitus dan gangguan pendengaran.
5. Gangguan Sendi Rahang
Telinga berdenging yang disertai nyeri di wajah atau rahang, serta bunyi "klik" saat mengunyah atau berbicara, dapat berkaitan dengan gangguan pada sendi rahang. Sendi ini terletak dekat telinga dan memiliki peran penting dalam pergerakan rahang. Gangguan pada otot, ligamen, atau tulang rawan sendi ini dapat memicu tinnitus. Menurut American Tinnitus Association, penanganan gangguan sendi rahang dalam banyak kasus dapat membantu meredakan bahkan menghilangkan sensasi berdenging di telinga.