BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 00:09 WIB
Berita Terkini Senin, 18 Mei 2026 21:54 WIB

Peran Strategis Tagana dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia

18 Mei 2026, 21:54 WIB 11x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
A
Almira Rara Susanti 11x dibaca · 3 menit baca
Peran Strategis Tagana dalam Penanggulangan Bencana di Indonesia
Foto: dok. Kemensos

Jakarta - Dalam acara Apel Pengukuhan dan Simulasi Uji SOP Kampung Siaga Bencana (KSB) yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa Taruna Siaga Bencana (Tagana) memiliki peran yang sangat vital dalam penanganan bencana. Tagana diakui sebagai relawan sosial yang berasal dari masyarakat dengan kepedulian tinggi terhadap penanggulangan bencana di bidang perlindungan sosial.

"Tagana adalah ujung tombak bagi Kemensos dalam menangani bencana alam," jelas Agus Jabo dalam pernyataannya pada Senin (18/5/2026). Ia menekankan bahwa menjadi anggota Tagana tidak hanya membutuhkan semangat, tetapi juga kesiapan mental serta kemampuan khusus untuk terjun langsung dalam situasi yang sulit.

Persiapan dan Mitigasi Bencana

Agus Jabo mengungkapkan bahwa relawan Tagana harus siap menghadapi berbagai kondisi, seperti terik matahari, banjir, atau tanah longsor. Ia juga menjelaskan bahwa penanganan bencana dilakukan melalui beberapa tahapan, dengan mitigasi sebagai langkah awal yang mencakup pembangunan Kampung Siaga Bencana dan Lumbung Sosial.

"Pertama adalah mitigasi, dengan kemudian membangun kampung siaga bencana, termasuk membangun lumbung sosial," tambahnya. Saat bencana terjadi, Agus Jabo meminta semua pihak untuk bergerak cepat dan terkoordinasi dalam upaya menyelamatkan masyarakat yang terdampak. Ia juga mengingatkan akan pentingnya kesiapan dalam simulasi maupun dalam situasi darurat yang sebenarnya.

Komitmen dan Keterlibatan Masyarakat

"Yang penting targetnya masyarakat yang terkena bencana itu selamat," ujarnya. Ia menegaskan bahwa Kementerian Sosial akan segera bertindak ketika menerima laporan mengenai situasi darurat dari daerah. Selain itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk tidak ragu dalam menyalurkan bantuan saat bencana terjadi.

Agus Jabo juga memberikan apresiasi kepada masyarakat desa yang terlibat dalam kesiapsiagaan bencana dan berharap agar semangat gotong royong terus dipertahankan. Ia mendorong semua relawan Tagana untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang terkena dampak bencana. "Saya senang kalau masyarakat desa kemudian aktif begini," tutupnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan menyanyikan Mars Tagana, peninjauan fasilitas KSB dan Lumbung Sosial, serta pembacaan ikrar sikap siaga bencana oleh Camat Pulosari, Arif Senoaji, dan pengukuhan KSB oleh Bupati Pemalang, Anom Widyantoro. Dalam ikrar tersebut, mereka menyatakan komitmen untuk siap melaksanakan penanggulangan bencana di Pulosari, Pemalang, serta menjunjung tinggi prinsip kebersamaan dan gotong royong dalam penanggulangan bencana.

Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, diketahui sebagai daerah yang rawan mengalami bencana banjir bandang akibat curah hujan yang tinggi dan meluapnya aliran sungai dari kawasan hulu gunung. Pada awal tahun lalu, sejumlah desa, termasuk Desa Penakir, terdampak bencana ini, yang mengakibatkan puluhan rumah rusak, belasan jembatan terputus, dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Bantuan yang disalurkan oleh Kemensos di Desa Penakir mencakup makanan siap saji, lauk pauk, serta perlengkapan darurat lainnya seperti tenda dan genset untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat.