Pemulihan pascabencana di Aceh terus mengalami percepatan berkat kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan Aceh terhadap kemungkinan bencana di masa mendatang.
Di Aceh Timur, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan masyarakat, pemilik tanah, dan pihak-pihak terkait. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas penyelesaian administrasi pengadaan lahan yang diperlukan untuk pembangunan hunian tetap bagi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Serbajadi.
Persiapan Lokasi Hunian Tetap
Pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi dengan total luas enam hektare untuk pembangunan hunian tetap. Rencana ini ditujukan untuk menampung masyarakat dari tiga desa yang berada di Kecamatan Serbajadi.
"Yang paling penting harus dilakukan adalah menyelesaikan persoalan lahan. Harus ada kesediaan dan komitmen masyarakat agar proses pembebasan lahan bisa segera tuntas," ungkap Al-Farlaky dalam keterangan tertulisnya.
Penyelesaian Administrasi dan Verifikasi
Pemerintah Aceh Timur juga berupaya mempercepat kelengkapan dokumen kepemilikan lahan agar statusnya jelas dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Setelah administrasi lahan selesai, koordinat lokasi akan diserahkan kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera untuk ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
"Sekarang tinggal melengkapi dokumen kepemilikan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," tambah Al-Farlaky.
Jika administrasi lahan dapat diselesaikan pada Agustus 2026, tim dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman akan melakukan verifikasi lapangan sebagai langkah awal menuju pembangunan hunian tetap.
"Pembangunan hunian tetap menjadi bagian krusial dalam pemulihan pascabencana di Aceh. Satgas PRR mencatat ada empat kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana dengan kebutuhan hunian tetap tertinggi, antara lain Gayo Lues (2.454 unit), Aceh Tamiang (2.212 unit), Aceh Utara (708 unit), dan Aceh Tengah (533 unit)," tutupnya.