BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:11 WIB
Berita Terkini Sabtu, 25 Jul 2026 19:24 WIB

--- Perempuan 49 Tahun Meninggal Usai Pengajian di Bogor, Polisi Klarifikasi Penyebabnya ---

25 Jul 2026, 19:24 WIB 62x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
K
Komang Yoga 62x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi police line (Foto: Getty Images/iStockphoto/LPETTET)
Ilustrasi police line (Foto: Getty Images/iStockphoto/LPETTET)
---TITLEEXCERPT--- Seorang perempuan berusia 49 tahun meninggal setelah mengikuti pengajian di Kecamatan Leuwiliang, Bogor. Polisi menegaskan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh desak-desakan. ---CONTENT---

Sebuah insiden tragis terjadi di Bogor, di mana seorang perempuan berusia 49 tahun meninggal dunia setelah mengikuti pengajian di sebuah gedung di Kecamatan Leuwiliang, Jawa Barat. Polisi menegaskan bahwa kematian korban tidak disebabkan oleh kondisi berdesak-desakan di lokasi acara.

Kronologi Kejadian

Rekaman video yang beredar menunjukkan gedung tempat pengajian berlangsung dipenuhi oleh jemaah, dengan banyak di antaranya, terutama perempuan, berusaha masuk melalui pintu yang sempit. Dalam situasi tersebut, beberapa jemaah tampak terimpit satu sama lain, menciptakan suasana yang riuh.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Maryanto, menjelaskan bahwa korban memang hadir dalam pengajian tersebut, namun ia membantah informasi yang menyebutkan bahwa kematian korban disebabkan oleh desak-desakan. "Kemarin kita telusuri memang ibu ini punya riwayat sakit. Nah itu kemarin kan ada salah satu yang udah konfirmasi apa ke keluarga gitu yang berkunjung ke keluarganya," ungkap Maryanto saat dihubungi oleh wartawan.

Waktu dan Persiapan Pengajian

Pengajian berlangsung pada hari Jumat, 24 Juli, sekitar pukul 04.00 WIB. Maryanto menyatakan bahwa seharusnya acara tersebut digelar di siang hari, bukan dini hari. "Pengajian itu kan sebenarnya siang, bukan subuh. Kan harusnya pengajian itu kan kalau kemarin pengajian itu kan dimulai jam 09.00 WIB-an jadinya kan," jelasnya.

Sejak malam sebelumnya, banyak jemaah yang sudah datang dan menginap di lokasi menunggu kedatangan penceramah. "Jadi jemaah itu sebenarnya banyak yang ya pada nginep lah sebagian kan gitu. Nah, jadi anggota saya pun juga dari sore, dari sore juga udah stand by. Cuman kan stand by-nya di luar gitu di depan pintu itulah mengawasi aja kan gitu," tambahnya.

Antusiasme jemaah yang tinggi diduga menjadi faktor yang memicu kerumunan. Korban sempat pingsan dan mendapatkan penanganan medis. "Saya dapat informasi dari anggota saya kan, ada kemudian ada yang pingsan gitu. Ya udah koordinasi cepet sama tim atau sama panitia," jelasnya.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, namun sayangnya nyawanya tidak dapat diselamatkan. "Nah dari Leuwiliang masuk IGD dari ini kena tangani sama tim medis dinyatakan itu sudah meninggal. Informasi seperti itu kejadiannya," sebut Maryanto.

Pihak keluarga sebelumnya juga menyatakan bahwa korban dalam keadaan kurang sehat sebelum berangkat ke pengajian. Meskipun demikian, Maryanto memastikan bahwa kapasitas gedung tersebut sesuai dengan jumlah jemaah yang hadir. "Sebenarnya kapasitas sih aman sih, kapasitasnya kan aman itu di dalam aman karena kan sampai luar juga itu sampai siang itu kan kita pantau juga sampai beres itu," tutupnya.