Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang kini mulai beroperasi di berbagai daerah di Indonesia. Acara peresmian berlangsung di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam acara tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih turut hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Proses Pembentukan dan Target KDMP
Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa proses pembentukan KDMP, dari konsep hingga realisasi fisik, hanya memerlukan waktu kurang dari satu tahun. Pembangunan fisik dimulai pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada Mei 2026. "Pembangunan fisik saja dimulainya kurang lebih November 2025 sampai sekarang, berarti kurang dari 7 bulan. Dalam 7 bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi," ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa melalui KDMP, berbagai kegiatan akan dilaksanakan, termasuk penjualan sembako, penyaluran pupuk subsidi, dan kredit murah untuk petani. Ia menargetkan sebanyak 20 ribu KDMP akan beroperasi pada Agustus 2026 mendatang.
Optimisme untuk Masa Depan
Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh lembaga untuk mencapai kemajuan bangsa. "Kita tidak boleh jadi bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang dan kita akan menang, kita akan kuat, kita akan bangkit," tegasnya. Ia juga mengungkapkan harapannya untuk melihat perkembangan lebih lanjut, termasuk 1.000 desa nelayan dan ratusan sekolah baru yang akan dibangun pada tahun 2027.
Di akhir pidatonya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan KDMP. Ia percaya bahwa koperasi ini akan menjadi kekuatan kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. "Mari kita maju dengan rasa percaya diri. Koperasi ini akan jadi milik kita bersama, akan menjadi kekuatan kita bersama, akan membantu Indonesia," tutupnya.