BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 06:55 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Selasa, 05 Mei 2026 12:21 WIB

Pertemuan Menperin dan Menkeu Bahas Kendala Sektor Manufaktur, Stimulus Segera Diberikan?

05 Mei 2026, 12:21 WIB 15x dibaca 2 menit baca liputan6.com liputan6.com
B
Bagas Prakoso 15x dibaca · 2 menit baca
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). (Liputan6.com/Gagas)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di kantor Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). (Liputan6.com/Gagas)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan hasil pertemuan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang berlangsung di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan yang mendukung sektor manufaktur, serta membahas insentif yang mungkin akan diberikan.

Kendala yang Dihadapi Sektor Manufaktur

Dalam pertemuan tersebut, Menperin dan Menkeu membahas berbagai kendala yang dihadapi oleh pelaku industri, mulai dari hambatan produksi hingga kebutuhan akan dukungan kebijakan fiskal. Agus menjelaskan, "Kami berdua, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian sudah duduk, kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri. Nah itu kemudian mencarikan jalan keluarnya."

Stimulus dan Insentif untuk Pertumbuhan Industri

Pembahasan juga mencakup langkah-langkah kebijakan berupa stimulus dan insentif yang dianggap penting untuk menjaga momentum pertumbuhan industri. Ini termasuk dukungan bagi sektor kendaraan listrik serta penguatan struktur industri dalam negeri. Agus menambahkan, "Jadi kita tadi intinya memang membahas apa saja policy langkah-langkah yang perlu kita ambil, pemerintah ambil baik itu sebagai stimulus maupun sebagai insentif."

Pemerintah juga menyoroti pentingnya strategi untuk meningkatkan ekspor manufaktur, mengingat porsi ekspor saat ini masih relatif kecil dibandingkan penyerapan domestik. Agus menjelaskan, "Tapi kita juga perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa merubah sedikit rasio antara output manufaktur."

Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan industri dan fiskal, guna memastikan sektor manufaktur tetap berperan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.