BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:09 WIB
Berita Terkini Rabu, 22 Jul 2026 10:08 WIB

Prajurit TNI Dikeroyok dan Ditemukan Tewas di Tangerang Selatan

22 Jul 2026, 10:08 WIB 82x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
A
Almira Rara Susanti 82x dibaca · 2 menit baca
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Tangerang Selatan - Prada Arif Budi Sampurna, seorang prajurit TNI, ditemukan tewas tergeletak di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Korban merupakan anggota dari Kodam XVII/Cenderawasih yang sedang menjalankan tugas di Jakarta.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat kesalahpahaman di sebuah tempat makan, yang berujung pada pengeroyokan dan penusukan terhadap Prada Arif. "Kemudian menyebabkan aksi pengeroyokan disertai penusukan dari suatu kelompok masyarakat terhadap (Alm) Prada ABS yang menyebabkan luka meninggal dengan luka tusukan," ungkapnya.

Proses Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku

Tri Purwanto juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan dan Polda Metro Jaya. Ia mengungkapkan bahwa terdapat sembilan orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut, sementara delapan saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak terlibat. "Dari hasil pendalaman penyidikan, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban Prada ABS sejumlah 9 orang," jelasnya.

TNI berkomitmen untuk mengawasi proses hukum yang berjalan, menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian, mengingat para pelaku adalah warga sipil. Kasus ini bermula ketika polisi menemukan seorang pria tergeletak di pinggir jalan pada Minggu (19/7) sekitar pukul 05.45 WIB, dengan sepuluh luka tusukan di tubuhnya.

Identifikasi dan Penangkapan Tersangka

Empat orang pelaku telah ditangkap terkait pembunuhan Prada Arif Budi Sampurna. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menyatakan bahwa masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda dalam kejadian tersebut. "Hingga saat ini, terdapat empat orang tersangka terhadap perbuatan ini," katanya.

Salah satu pelaku penusukan, H (21), menyerahkan diri kepada polisi setelah tiga pelaku lainnya ditangkap. Wira menambahkan bahwa antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. "Dari tiga pelaku tersebut, kami mengamankan beberapa baju yang digunakan para pelaku dalam berbuat," jelasnya.

Wira merinci peran masing-masing pelaku, di mana BR (36) dan MKN (27) berperan mengejar korban, sementara RRG (22) melakukan pemukulan dan pengejaran menggunakan sepeda motor. "Kemudian yang terakhir (H) mengejar korban, memukul korban, dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau," tuturnya.