BREAKING Minggu, 16 Agt 2026 13:28 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 22 Jul 2026 16:10 WIB

Proyeksi Penerbitan Obligasi Korporasi Tetap Kuat Hingga Akhir 2026

22 Jul 2026, 16:10 WIB 94x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
A
Almira Rara Susanti 94x dibaca · 2 menit baca
Foto: Republika
Foto: Republika

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memprediksi bahwa penerbitan obligasi korporasi akan tetap berada pada tingkat yang baik sepanjang semester kedua 2026. Hal ini disebabkan oleh tingginya kebutuhan refinancing dari emiten di pasar modal Indonesia.

Pefindo memperkirakan total penerbitan obligasi korporasi akan berkisar antara Rp 154 triliun hingga Rp 196,86 triliun, dengan rata-rata di angka Rp 175,77 triliun selama tahun 2026. Pada semester pertama 2026, realisasi penerbitan telah mencapai Rp 87,35 triliun.

Kondisi Pasar dan Faktor Pendukung

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto, menyatakan bahwa proyeksi yang dibuat oleh Pefindo sejak awal tahun ini masih sesuai dengan harapan. Ia menambahkan bahwa salah satu faktor utama yang mendukung penerbitan obligasi korporasi pada semester kedua adalah tingginya kebutuhan refinancing di pasar modal.

Pefindo mencatat bahwa nilai obligasi korporasi yang akan jatuh tempo pada semester kedua 2026 mencapai Rp 107,5 triliun, yang hampir dua kali lipat dibandingkan dengan semester pertama 2026 yang sekitar Rp 55 triliun. Suhindarto menjelaskan, "Surat utang yang jatuh tempo dalam jumlah besar ini berpotensi mendorong penerbitan surat utang korporasi pada semester kedua seiring kebutuhan refinancing untuk membiayai kembali surat utang yang jatuh tempo juga masih tinggi."

Stabilitas Ekonomi Domestik

Selain itu, Pefindo juga memproyeksikan bahwa kondisi ekonomi domestik akan tetap stabil pada semester kedua 2026. Stabilitas ini didorong oleh kebijakan fiskal yang masih bersifat ekspansif serta kebijakan moneter yang diarahkan untuk menjaga kestabilan pasar keuangan.

Dengan berbagai faktor yang mendukung, Pefindo optimis bahwa penerbitan obligasi korporasi akan tetap solid hingga akhir tahun 2026.