Pelatih timnas Austria, Ralf Rangnick, saat ini belum bersedia untuk berkomitmen kepada AC Milan. Sebelum mengambil keputusan, ia menuntut adanya jaminan tertulis karena meragukan janji-janji yang disampaikan secara lisan. Menurut laporan dari Wiener Zeitung, yang dikutip oleh CalcioMercato.com, Rangnick telah melakukan pertemuan dengan perwakilan AC Milan di Wina pada akhir Mei lalu.
Rangnick, yang berusia 67 tahun, mengakui ketertarikan untuk menjabat sebagai direktur teknis di klub asal Milano tersebut, namun hingga saat ini ia belum memberikan komitmen resmi kepada pihak klub. Keraguannya bukanlah terkait dengan masalah finansial atau jabatan, melainkan lebih kepada aspek kepercayaan. Ia merasa tidak sepenuhnya yakin bahwa kewenangan penuh yang dijanjikan oleh Milan akan benar-benar terwujud.
Keraguan Terhadap Otonomi Pengambilan Keputusan
Banyaknya tokoh berpengaruh di sekitar klub, termasuk kehadiran Zlatan Ibrahimovic, membuat Rangnick mempertanyakan apakah otonomi dalam pengambilan keputusan yang ia inginkan akan dihormati. Oleh karena itu, Rangnick kini menuntut adanya jaminan tertulis serta komitmen yang jelas dan mengikat sebelum ia bersedia menandatangani kontrak apapun.
AC Milan sebenarnya telah menawarkan apa yang diinginkan Rangnick, yaitu kendali penuh di puncak struktur organisasi olahraga dengan otoritas pengambilan keputusan yang mutlak. Namun, bagi Rangnick, pernyataan lisan saja tidaklah cukup untuk meyakinkannya.
Tawaran dari Federasi Sepak Bola Austria
Sementara itu, federasi sepak bola Austria tidak tinggal diam. Mereka telah meningkatkan tawaran finansial kepada Rangnick setelah mendapatkan suntikan dana dari sponsor baru, dan kontrak perpanjangan kini sudah berada di meja pelatih tersebut. Ambisi Rangnick untuk memajukan sepak bola Austria secara menyeluruh masih belum tercapai, dengan Euro 2028 menjadi target besar yang ingin ia capai.