Robin Fraser optimis bahwa Richie Laryea akan memberikan dampak yang signifikan bagi Toronto FC setelah ia berpartisipasi dalam Piala Dunia musim panas ini. Laryea tampil sebagai starter dalam lima pertandingan yang diikuti oleh tim nasional Kanada, yang berhasil mencapai babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, meskipun akhirnya tersingkir dengan kekalahan 3-0 dari Maroko di babak 16 besar.
Saat ini, perhatian Laryea beralih untuk membantu Toronto FC meningkatkan performa mereka di Major League Soccer, terutama menjelang pertandingan melawan CF Montreal setelah jeda Piala Dunia. Saat ini, Toronto berada di peringkat ke-13 di Konferensi Timur dengan mengumpulkan 14 poin dari 14 pertandingan yang telah dijalani, dan memiliki jumlah poin yang sama dengan lawan mereka berikutnya.
Pengaruh Positif Laryea
Fraser menyatakan, "Richie selalu orang yang sama. Dia selalu hadir, dia berjuang habis-habisan." Menurutnya, mentalitas Laryea tidak berubah, baik saat bermain di pertandingan U-12 maupun di Piala Dunia. "Dia akan selalu mendominasi lawannya," tambah Fraser.
Fraser juga menyoroti sifat Laryea yang kontras antara di dalam dan di luar lapangan. "Lucunya, Richie adalah orang paling baik di dunia di luar lapangan dan orang-orang yang hanya menontonnya di lapangan pasti berpikir, 'Orang ini gila'," ujarnya. Fraser mengakui bahwa Laryea memiliki semangat dan gairah yang diperlukan untuk meraih kesuksesan di level tinggi, dan timnya sangat senang menyambutnya kembali.
Persiapan Menghadapi Montreal
Menjelang pertandingan pertama melawan Montreal setelah jeda Piala Dunia, Toronto FC memiliki catatan positif dengan memenangkan tiga dari empat pertemuan terakhir mereka di musim reguler, setelah sebelumnya tidak meraih kemenangan dalam tujuh pertemuan terakhir (1 seri, 6 kalah).