BREAKING Rabu, 01 Jul 2026 04:50 WIB
Berita Terkini Senin, 22 Jun 2026 22:17 WIB

Sinergi Pemkab Gresik dan Industri dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

22 Jun 2026, 22:17 WIB 18x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
K
Komang Yoga 18x dibaca · 3 menit baca
Foto: Pemkab Gresik
Foto: Pemkab Gresik

Jakarta - Kabupaten Gresik menyambut kunjungan kerja Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Choiri Fauzi, di Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Kedatangan Arifah disambut oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, bersama Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan PT Petrokimia Gresik.

Apresiasi atas Capaian Gresik

Dalam sambutannya, Arifah memberikan penghargaan tinggi kepada Gresik yang berhasil mempertahankan status Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan komitmen daerah dalam memprioritaskan hak-hak anak. Selain itu, Gresik juga meraih peringkat ketiga secara nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), menjadikannya yang terbaik di Provinsi Jawa Timur.

"Gresik saat ini berada di peringkat ketiga tingkat nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Provinsi Jawa Timur. Ini luar biasa dan mudah-mudahan dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan," ungkap Arifah dalam keterangan tertulis.

Perlindungan untuk Kelompok Rentan

Arifah juga menggarisbawahi langkah-langkah yang diambil Pemkab Gresik untuk melindungi kelompok rentan, termasuk keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga pekerja perempuan yang rentan, seperti pengemudi ojek online dan pekerja harian. Fasilitas ini dianggap sebagai dukungan nyata pemerintah bagi perempuan yang bekerja.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang sering kali mengalami kesulitan dalam akses identitas, pendidikan, dan layanan kesehatan. "Belum semua pimpinan daerah memiliki komitmen terhadap hal-hal seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Bupati Gresik, dan mudah-mudahan upaya ini dapat terus berkelanjutan," tambahnya.

Selama kunjungannya, Arifah meninjau TPA Masmundari dan disambut antusias oleh anak-anak yang ada di sana. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kerjasama yang telah terjalin.

"Sekali lagi apresiasi kami dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk Pemerintah Kabupaten Gresik dan Petrokimia Gresik atas sinergi dan komitmen yang luar biasa. Saya berharap setelah ini kita bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi program yang bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Di sela-sela kunjungan, seorang ibu yang bekerja sebagai pengemudi ojek online berbagi pengalamannya dengan Arifah, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan TPA. "Saya sangat terbantu dengan adanya TPA ini. Karena ini fasilitas resmi dari pemerintah, saya percaya menitipkan anak di sini," ujarnya. "Anak saya juga betah berada di sini, jadi saya bisa bekerja dengan tenang," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyatakan bahwa sebagai daerah industri terbesar di Jawa Timur, Gresik terus membangun sinergi dengan perusahaan BUMN dan swasta untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Berbagai langkah telah dilakukan, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja, penyediaan ruang laktasi, dan pengaturan jam kerja yang lebih ramah bagi pekerja perempuan.

Menurut Yani, komunikasi dan kolaborasi dengan dunia usaha telah menjadi budaya yang terus dikembangkan di Kabupaten Gresik. "Sebagai kabupaten industri, kami terus bersinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, pemenuhan hak-hak pekerja, serta kebijakan yang ramah perempuan. Hal-hal seperti ini terus kami diskusikan dan menjadi budaya di Kabupaten Gresik," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan berbagai fasilitas dan program perusahaan yang mendukung pekerja perempuan, termasuk TPA yang telah beroperasi sejak 1993 dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum di sekitar perusahaan.