Kesehatan

Tingginya Angka Hipertensi pada Anak, Temuan Mengejutkan dari CKG

Hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa sebanyak 663 ribu anak mengalami tekanan darah tinggi dari total 4,8 juta anak yang discreening. Temuan ini menyoroti pentingnya kesadar...

H
Hana Salsabila Zaid
07 May 2026 7 pembaca
Tingginya Angka Hipertensi pada Anak, Temuan Mengejutkan dari CKG
Ilustrasi. Hasil CKG anak mengungkap kasus darah tinggi cukup banyak. Dari total 4,8 juta anak yang diskrining, sebanyak 663 ribu mengalami peningkatan tekanan darah. (Antara Foto/Andri Saputra)

Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) baru-baru ini mengungkapkan hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilakukan terhadap anak-anak. Dalam skrining yang melibatkan 4,8 juta anak dari 48 ribu sekolah, ditemukan bahwa 663 ribu anak mengalami tekanan darah tinggi.

Kepala Bakom, M. Qodari, menjelaskan bahwa hasil CKG menunjukkan bahwa terdapat tiga masalah kesehatan yang paling umum di kalangan anak usia sekolah, yaitu hipertensi, gigi berlubang, dan penumpukan kotoran di telinga. "Sebanyak 22,1 persen atau 663 ribu anak mengalami peningkatan tekanan darah," ungkap Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).

Penyebab Hipertensi pada Anak

Peningkatan tekanan darah yang terdeteksi dapat berujung pada penyakit hipertensi. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, hipertensi pada anak-anak dan remaja dikenal sebagai hipertensi pediatrik. Sekitar 1 dari 25 anak berusia 12-19 tahun mengalami kondisi ini. Jika tidak ditangani, tekanan darah tinggi dapat merusak organ anak akibat aliran darah yang terganggu.

Terdapat dua tipe hipertensi pediatrik, yaitu hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi primer adalah kondisi di mana tekanan darah tinggi tidak memiliki penyebab yang jelas, sering disebut juga hipertensi idiopatik. Tipe ini umum dialami oleh anak-anak, terutama mereka yang berusia di atas 6 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi, serta mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Sementara itu, hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit ginjal dan penyempitan arteri ke ginjal. Faktor lain yang dapat memicu hipertensi termasuk kondisi jantung bawaan, ketidakseimbangan hormon, sleep apnea, penggunaan obat tertentu, mutasi genetik, serta paparan lingkungan terhadap zat berbahaya seperti timbal, kadmium, merkuri, dan ftalat.

Gejala Hipertensi pada Anak

Temuan dari CKG mengenai anak-anak dengan hipertensi tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua. Seperti halnya pada orang dewasa, hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, ada beberapa tanda yang memerlukan perhatian medis segera, seperti sakit kepala, kejang, muntah, nyeri dada, palpitasi atau detak jantung yang cepat, serta napas pendek.

Dengan meningkatnya angka hipertensi di kalangan anak-anak, penting bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan anak dan melakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Artikel Terkait