BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:11 WIB
Berita Terkini Selasa, 07 Jul 2026 20:55 WIB

Tito Pastikan Keselamatan Utama dalam Pembangunan Infrastruktur di Bener Meriah

07 Jul 2026, 20:55 WIB 82x dibaca 2 menit baca news.detik.com news.detik.com
N
Nadia Stevani Putri 82x dibaca · 2 menit baca
Foto: Satgas PRR
Foto: Satgas PRR

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Bener Meriah harus mengutamakan keselamatan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat melakukan peninjauan langsung terhadap proyek perbaikan jalan dan jembatan yang terkena dampak bencana di daerah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Tito memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berinisiatif melakukan gotong royong untuk membangun Jembatan Enang-Enang, yang berfungsi penting untuk menjaga mobilitas sehari-hari. Namun, setelah melakukan pembahasan dengan tim teknis, kondisi Jembatan Enang-Enang dinilai belum aman, terutama untuk kendaraan berat. Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk memperkuat struktur jembatan agar dapat digunakan oleh semua jenis kendaraan dengan aman.

Pembangunan dan Pengawasan Jembatan Enang-Enang

“Jembatan Enang-Enang ini tetap difungsikan tapi nanti akan diperkuat dan dipelajari strukturnya teknis itu oleh Balai PU (Pekerjaan Umum),” ujar Tito setelah meninjau lokasi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa, 7 Juli 2026. Sementara itu, untuk sementara waktu, hanya kendaraan roda dua dan kendaraan ringan yang diizinkan melintas di jembatan tersebut. Kendaraan dengan tonase besar masih harus menunggu hasil kajian teknis dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan ini, pemerintah daerah akan memasang portal pembatas di sekitar lokasi untuk mencegah kendaraan berat melintas. Tito menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan solusi yang paling rasional, dengan mempertimbangkan kebutuhan darurat mobilitas masyarakat sekaligus menjaga keselamatan sebagai prioritas utama.

Mempertimbangkan Aspirasi Masyarakat

Pemerintah berusaha agar aktivitas harian warga tidak terganggu, tetapi juga tidak ingin mengambil risiko yang dapat berakibat fatal jika kondisi jembatan belum sepenuhnya aman. “Kita nggak ingin juga kalau ada kecelakaan kemudian roboh,” tegas Tito.

Tito juga menyadari aspirasi masyarakat yang berharap agar Jembatan Enang-Enang tetap dapat digunakan. Jembatan ini menjadi jalur utama menuju sekolah, pusat aktivitas ekonomi, dan akses ke berbagai layanan publik. Jika jalur ini ditutup sepenuhnya, warga harus mengambil rute lain yang lebih jauh, sehingga akan meningkatkan biaya transportasi sehari-hari.

Dalam kunjungan tersebut, Tito didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Plt. Kepala BPJN Aceh Zulkarnaini, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Bener Meriah.