BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 19:06 WIB
Berita Terkini Senin, 18 Mei 2026 15:52 WIB

Usulan Tembak di Tempat untuk Atasi Maraknya Begal di Jabodetabek

18 Mei 2026, 15:52 WIB 11x dibaca 3 menit baca news.detik.com news.detik.com
K
Komang Yoga 11x dibaca · 3 menit baca
Usulan Tembak di Tempat untuk Atasi Maraknya Begal di Jabodetabek
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Dok. Istimewa)

Jakarta - Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR, menyatakan dukungannya terhadap langkah Polda Metro Jaya yang membentuk 'Tim Pemburu Begal' menyusul meningkatnya kasus begal di area Jabodetabek. Sahroni mengusulkan agar seluruh kepolisian daerah berani mengambil tindakan tegas dengan menembak di tempat bagi pelaku begal.

"Ini juga menjadi perhatian kita, karena bukan hanya di wilayah tertentu, seperti di Makassar. Saya sudah menyampaikan bahwa tindakan tegas perlu dilakukan, termasuk tembak di tempat. Saat ini, Polda Metro juga sudah membentuk tim khusus untuk menangani masalah begal ini," ungkap Sahroni saat berbicara kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).

Keberanian Polisi Diperlukan untuk Keamanan Warga

Sahroni menilai ada kalangan yang menganggap tindakan tegas polisi dalam memburu begal tidak baik. Menurutnya, kepolisian di seluruh daerah harus berani bertindak tegas demi menjaga keamanan masyarakat. "Namun, ada pihak-pihak yang seolah melakukan perlawanan terhadap tindakan ini, seolah-olah ini tidak baik. Ini sangat baik karena memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga di mana pun mereka berada. Maka, saya menekankan bahwa semua polda harus menyikapi ini dengan tindakan tegas, yaitu tembak di tempat," jelasnya.

Lebih lanjut, Sahroni menekankan bahwa keberanian polisi untuk menembak di tempat bagi pelaku begal sangat diperlukan, mengingat para pelaku tidak segan-segan melakukan aksi mereka tanpa pandang bulu. "Situasi saat ini sudah darurat begal," tambahnya.

Operasi Besar-Besaran untuk Menjamin Keamanan

"Sekali lagi saya minta seluruh polda untuk segera menginstruksikan jajarannya agar berani melakukan tembakan terukur terhadap para pelaku begal. Jika perlu, setiap polda harus membentuk tim pemburu begal seperti yang dilakukan Polda Metro Jaya ini. Pastikan jumlah anggotanya banyak, karena aksi begal sudah tidak mengenal tempat, bahkan di kawasan elit sekalipun mereka nekat beraksi, apalagi di lokasi yang sepi," tegasnya.

Sahroni juga menyampaikan bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, dan Lampung, hampir setiap hari ada laporan dari masyarakat mengenai tindakan begal dan penjambretan di jalan. "Ini tidak boleh dibiarkan. Semua polda harus melaksanakan operasi besar-besaran di wilayah masing-masing untuk memastikan jalanan aman. Negara harus hadir untuk memberikan rasa aman, dan aparat harus menunjukkan ketegasan nyata agar pelaku-pelaku ini tidak lagi merasa leluasa untuk beraksi," tuturnya.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah membentuk 'Tim Pemburu Begal' yang akan dikerahkan ke titik-titik rawan hingga ke kota-kota penyangga Jakarta. "Rekan-rekan sekalian, kami ingin menyikapi peristiwa begal yang saat ini cukup viral di media sosial. Oleh karena itu, kami ingin menyampaikan kepada rekan-rekan dan masyarakat bahwa kami terus berupaya maksimal," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin di Polda Metro Jaya, pada Jumat (15/5).

Iman menambahkan bahwa Ditreskrimum Polda Metro Jaya berkomitmen untuk merespons dengan cepat berbagai kejadian di wilayah hukum mereka. "Kami sudah menyiapkan 'Tim Pemburu Begal' yang siap beraksi 24 jam untuk menjaga Jakarta agar lebih aman," tutupnya.