Jakarta - A.M. Akbar Supratman, Wakil Ketua MPR RI, menyampaikan rasa terima kasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) serta seluruh aparat penegak hukum atas keberhasilan mereka dalam menggagalkan penyelundupan ketamin seberat 1.298 kilogram, yang hampir mencapai 1,3 ton, di perairan Kepulauan Riau. Dalam pengungkapan ini, delapan orang awak kapal berkewarganegaraan asing berhasil diamankan.
Kasus ini menjadi bukti penting bahwa aparat negara terus memperkuat pengawasan terhadap jalur masuk narkotika, terutama di wilayah perbatasan dan perairan yang rentan dimanfaatkan oleh jaringan sindikat narkoba internasional. BNN juga menekankan bahwa karakter geografis Kepulauan Riau yang sebagian besar terdiri dari perairan dan berbatasan langsung dengan beberapa negara, menjadikan kawasan ini rawan terhadap peredaran narkotika lintas negara.
Keberhasilan Melindungi Generasi Muda
Akbar menilai bahwa keberhasilan aparat dalam menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat serta generasi muda Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Akbar di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari ini.
"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dan seluruh jajaran BNN, yang terlibat dalam operasi ini. Pengungkapan hampir 1,3 ton ketamin tentu bukan perkara kecil. Ini menunjukkan bahwa sinergi antar lembaga berjalan dan negara hadir secara konkret untuk melindungi masyarakat dari ancaman peredaran zat berbahaya," ungkap Akbar.
Dia menambahkan bahwa penyitaan barang bukti ketamin seberat hampir 1,3 ton bukan sekadar catatan statistik. "Keberhasilan pengamanan barang bukti tersebut merupakan bentuk nyata penyelamatan terhadap setidaknya 6.490.000 jiwa generasi muda Indonesia dari jerat penyalahgunaan narkotika," lanjutnya.
Pencegahan dan Kerja Sama yang Diperlukan
Akbar juga menekankan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya boleh dilakukan setelah barang terlarang tersebut masuk ke Indonesia. Penguatan pencegahan, pengawasan perbatasan, pertukaran informasi intelijen, serta kerja sama antara BNN dan instansi terkait harus terus ditingkatkan.
Dia menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius bagi ketahanan nasional. "Peredaran narkoba bukan hanya persoalan hukum dan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda, keamanan masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia," tegasnya.
Akbar mendorong agar keberhasilan pengungkapan kasus ini diikuti dengan pengembangan jaringan secara menyeluruh, sehingga tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga dapat mengungkap aktor utama, sumber pendanaan, jalur distribusi, hingga jaringan internasional yang terlibat. Dia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkotika dengan meningkatkan kewaspadaan serta memberikan informasi kepada aparat jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan mereka.
"Keberhasilan aparat di wilayah Kepulauan Riau diharapkan semakin memperkuat komitmen nasional untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari ancaman narkotika serta menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing," tutupnya.