Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak yang menganggap campak sebagai penyakit yang hanya menyerang anak-anak. Setelah terinfeksi atau mendapatkan vaksin saat kecil, banyak yang percaya bahwa mereka kebal seumur hidup. Namun, pandangan ini tidak sepenuhnya benar. Dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital MT Haryono, Erpryta Nurdia Tetrasiwi, menjelaskan bahwa orang dewasa tetap dapat terinfeksi campak, bahkan dengan risiko yang lebih berat jika tidak memiliki perlindungan imun yang memadai.
Penyebab Risiko Tinggi pada Orang Dewasa
Erpryta menyampaikan bahwa meskipun campak lebih umum terjadi pada anak-anak, orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan optimal berisiko mengalami gejala yang lebih parah. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap hal ini:
1. Penurunan antibodi: Kekebalan yang diperoleh dari vaksinasi pada masa kecil tidak selalu bertahan seumur hidup. Seiring bertambahnya usia, kadar antibodi dapat menurun hingga berada di bawah ambang perlindungan.
2. Dosis vaksin yang tidak lengkap: Di masa lalu, beberapa orang hanya menerima satu dosis vaksin campak. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa dua dosis vaksin MMR diperlukan untuk memberikan perlindungan optimal hingga sekitar 97 persen.
3. Sifat virus yang sangat menular: Virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan. Ini berarti risiko penularan di tempat umum seperti kantor atau transportasi umum tetap tinggi, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kekebalan.
Komplikasi Serius yang Mengintai
Jika pada anak-anak campak sering kali sembuh dalam satu hingga dua minggu, kondisi pada orang dewasa bisa jauh berbeda. Infeksi campak tidak hanya menyebabkan ruam dan demam, tetapi juga dapat melemahkan sistem imun secara keseluruhan. Akibatnya, berbagai komplikasi serius dapat muncul, antara lain:
1. Pneumonia berat: Ini adalah penyebab kematian tertinggi akibat campak pada orang dewasa. Infeksi dapat merusak jaringan paru-paru atau memicu infeksi bakteri sekunder.
2. Ensefalitis (radang otak): Sekitar 1 dari 1.000 kasus campak pada orang dewasa dapat berkembang menjadi peradangan otak yang berisiko menyebabkan kejang, gangguan pendengaran, hingga kerusakan permanen.
3. Gangguan jantung: Dalam kasus yang lebih jarang, campak dapat menyebabkan peradangan otot jantung (miokarditis) yang mempengaruhi fungsi pompa darah.
4. Gangguan penglihatan: Infeksi pada mata, seperti keratitis, bisa berujung pada kebutaan jika tidak ditangani dengan cepat.
Meski demikian, perlindungan terhadap campak masih dapat diperoleh di usia dewasa melalui vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella). Vaksin ini tidak hanya melindungi dari campak, tetapi juga gondongan dan rubella. Pada orang dewasa, vaksin berfungsi sebagai penguat (booster) untuk sistem imun, yang sangat penting bagi mereka yang:
- Belum pernah divaksin saat kecil
- Tidak yakin dengan status imunisasinya
- Berencana hamil
Selain vaksinasi, menjaga daya tahan tubuh dan menghindari kontak dengan orang yang mengalami demam serta ruam juga merupakan langkah pencegahan penting, terutama saat terjadi wabah.