Olahraga

Airbus Jajaki Kerja Sama Perawatan Pesawat dengan Indonesia

Airbus sedang menjajaki peluang untuk mengembangkan bisnis perawatan pesawat di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan Kementerian PPN/Bappenas yang ditandatangani pada Rabu, 6 Mei 2026.

A
Admin Fakta Lurus
06 May 2026 6 pembaca
Airbus Jajaki Kerja Sama Perawatan Pesawat dengan Indonesia
Sumber gambar: tekno.kompas.com

KOMPAS.com - Airbus tengah menjajaki peluang untuk mengembangkan bisnis perawatan pesawat di Indonesia, sejalan dengan penandatanganan kerja sama strategis dengan Kementerian PPN/Bappenas pada Rabu, 6 Mei 2026. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Niat Bersama (Joint Declaration of Intent/JDI) antara President Airbus Asia-Pacific, Anand Stanley, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

Dalam kerja sama ini, Airbus dan pemerintah Indonesia akan bersama-sama mengeksplorasi penguatan ekosistem industri kedirgantaraan nasional, termasuk dalam sektor maintenance, repair, and overhaul (MRO) untuk berbagai produk Airbus. Fokus ini dianggap krusial mengingat Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan terbesar di Asia Tenggara, dengan permintaan armada dan layanan perawatan pesawat yang terus meningkat.

Langkah Penting bagi Pembangunan Indonesia

Rachmat Pambudy menyatakan bahwa deklarasi ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi pembangunan Indonesia. Ia menambahkan, kemitraan dengan Airbus diharapkan dapat membantu membangun industri kedirgantaraan nasional yang lebih kompetitif. “Kemitraan dengan Airbus sebagai pemimpin global akan memberikan dorongan signifikan dalam upaya membangun industri kedirgantaraan nasional yang tangguh dan berdaya saing,” ungkap Rachmat.

Pengembangan Infrastruktur dan SDM

Selain pengembangan MRO, kerja sama ini juga mencakup penguatan kapabilitas industri dalam negeri, pengembangan infrastruktur bandara, serta peningkatan layanan penerbangan. Airbus menganggap Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik, mengingat pertumbuhan sektor penerbangan nasional yang masih sangat besar. “Airbus berkomitmen untuk mengembangkan operasional globalnya di kawasan di mana produk dan layanan kami dapat memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan nasional,” kata Anand Stanley.

Dalam dokumen kerja sama tersebut, disebutkan bahwa lalu lintas udara Indonesia diproyeksikan akan meningkat hingga empat kali lipat pada tahun 2045. Hal ini akan mendorong kebutuhan akan layanan perawatan pesawat, teknisi aviasi, dan infrastruktur pendukung yang diperkirakan juga akan melonjak. Dengan populasi yang besar, kondisi geografis kepulauan, serta pertumbuhan maskapai domestik, Indonesia dipandang memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu pusat layanan MRO pesawat di Asia Tenggara.

Selain sektor industri, Airbus dan Bappenas juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung ekosistem dirgantara nasional. Kedua pihak berkomitmen untuk mendorong pengembangan talenta dan tenaga profesional kedirgantaraan yang sesuai dengan kebutuhan industri penerbangan di masa depan.

Artikel Terkait