SITUBONDO, Jawa Timur — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Situbondo menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Situbondo pada hari Senin, 11 Mei 2026. Aksi ini dilaksanakan sebagai bentuk protes terhadap penanganan kasus mafia BBM subsidi yang dinilai belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Ketua Komisariat PMII Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) Situbondo, Muhammad Hariri Huzaini, menyatakan bahwa proses hukum terkait mafia BBM subsidi di wilayah Situbondo saat ini hanya menyentuh aspek pekerja lapangan. “Yang diproses hukum hanya sebatas karyawan biasa, jangan sampai proses hukum tumpul ke atas,” ungkap Hariri.
Desakan untuk Mengungkap Pelaku Utama
Hariri menambahkan bahwa kasus mafia BBM subsidi, khususnya untuk jenis solar, seharusnya bisa diungkap hingga ke aktor intelektual yang terlibat dalam praktik tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini sangat bergantung pada keseriusan pihak kepolisian dalam melakukan penyelidikan. “Saya yakin jika penyelidikan serius dilakukan maka pelaku utamanya bisa ditangkap. Kalau kemudian tuntutan kami tidak dilaksanakan, kami siap mengkonsolidasikan massa yang lebih besar,” tegasnya.
Tanggapan dari Pihak Kepolisian
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, memberikan apresiasi terhadap aksi mahasiswa yang berlangsung dengan damai dan tertib. Ia menyatakan, “Kami mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang peduli terhadap Situbondo. Kritik, saran, dan masukan merupakan bagian penting sebagai kontrol sosial untuk perbaikan kinerja kepolisian.”
Bayu juga menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat untuk meningkatkan pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban. “Kalau ada hal-hal yang dirasa perlu diperbaiki, silakan disampaikan. Kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa,” tambahnya.