Regional

Aksi Warga Sumenep Melawan Reklamasi Pantai: Tolakan Terhadap Keberadaan Ekskavator

Warga Sumenep menunjukkan penolakan terhadap proyek reklamasi pantai dengan aksi turun ke laut, menyerukan penghentian kegiatan ekskavator yang dianggap merugikan lingkungan.

B
Bagas Prakoso
10 April 2026 9 pembaca
Aksi Warga Sumenep Melawan Reklamasi Pantai: Tolakan Terhadap Keberadaan Ekskavator
Sumber gambar: surabaya.kompas.com

Warga Sumenep kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap lingkungan dengan menggelar aksi turun ke laut sebagai bentuk penolakan terhadap proyek reklamasi pantai. Aksi ini berlangsung pada hari Minggu (15/10) di Pantai Sumenep, dengan melibatkan sejumlah masyarakat yang peduli akan kelestarian lingkungan pesisir.

Detail Aksi Penolakan

Dalam aksi tersebut, para warga yang didominasi oleh nelayan dan aktivis lingkungan melakukan demonstrasi di laut, mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap keberadaan ekskavator yang digunakan untuk kegiatan reklamasi pantai. Mereka merasa bahwa proyek tersebut tidak hanya mengancam mata pencaharian mereka, tetapi juga merusak ekosistem laut yang sudah ada sejak lama.

Salah satu peserta aksi, Ali, menyatakan, “Kami tidak setuju dengan reklamasi ini karena sangat merugikan kami sebagai nelayan. Kami ingin laut ini tetap bersih dan tidak terkontaminasi.” Suara keras ini menggambarkan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Banyak nelayan yang khawatir bahwa reklamasi pantai akan mengakibatkan penurunan jumlah ikan dan merusak habitat laut di sekitar wilayah tersebut.

Pentingnya Kesadaran Lingkungan

Proyek reklamasi yang tengah dijalankan di Sumenep, menurut warga, tidak hanya akan berdampak pada ekonomi lokal tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan di pesisir. Aksi ini menandakan gerakan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Demonstrasi ini mendapat dukungan dari berbagai organisasi lingkungan yang menyuarakan kepentingan masyarakat dan perlunya peninjauan kembali terhadap proyek-proyek yang berpotensi merusak lingkungan.

Koordinator aksi, Rahmad, mengatakan, “Kami menuntut pihak berwenang untuk menghentikan kegiatan reklamasi ini dan memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat lokal. Kami ingin agar sumber daya alam kami dikelola dengan bijak.” Pernyataan tersebut menegaskan komitmen masyarakat untuk terus memperjuangkan hak mereka atas lingkungan yang bersih dan sehat.

Dengan bertambahnya tekanan dari warga, diharapkan pihak berwenang dapat mempertimbangkan kembali rencana reklamasi dan berupaya menemukan solusi yang lebih berkelanjutan untuk pengembangan daerah. Aksi seperti ini menjadi momentum penting dalam memperjuangkan hak masyarakat serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan konservasi lingkungan.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait