Regional

Analisis Rencana Pindah Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati

Wacana pengalihan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Kertajati mengundang berbagai respons, menyangkut efisiensi, kapasitas, dan keperluan industri penerbangan.

S
Sabrina Aulia Rahma
11 April 2026 10 pembaca
Analisis Rencana Pindah Penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati
Sumber gambar: regional.kompas.com

Rencana pengalihan beberapa penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Kertajati mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan pelaku industri penerbangan. Panduan ini muncul dalam konteks kebutuhan untuk mengatasi kemacetan di Soekarno-Hatta serta untuk meningkatkan fungsionalitas Kertajati sebagai bandara alternatif. Hal ini diperkuat oleh rencana pemerintah yang dikemukakan pada Selasa (3/10/2023).

Rincian Wacana Pengalihan Penerbangan

Menurut keterangan dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendistribusikan beban lalu lintas penerbangan yang saat ini cukup padat di Soekarno-Hatta. "Pindahnya penerbangan ke Kertajati diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Soekarno-Hatta dan memperkuat operasi bandara di Kertajati," jelas Budi Karya. Kertajati, yang terletak di Majalengka, Jawa Barat, memiliki kapasitas yang cukup besar dan diharapkan dapat menarik minat maskapai untuk beroperasi dari sana.

Bandara Kertajati sendiri telah direncanakan untuk menjadi hub penerbangan domestik, dan pemerintah berharap dengan pengalihan ini, Kertajati dapat menjadi alternatif yang lebih efisien bagi penumpang. Selain itu, adanya investasi dalam infrastruktur dan fasilitas di Kertajati diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan bagi penumpang.

Respons dan Tantangan ke Depan

Pendapat masyarakat beragam terkait rencana tersebut. Beberapa mendukung dengan alasan kemudahan akses dan kemungkinan harga tiket yang lebih terjangkau. Namun, ada juga yang khawatir tentang ketersediaan transportasi darat yang efisien menuju Kertajati. "Kami perlu memastikan bahwa konektivitas antara Kertajati dan pusat-pusat kota tetap terjaga," ujar Ahmad, seorang penumpang yang sering menggunakan jasa penerbangan dari Jakarta.

Selain itu, tantangan lainnya adalah memastikan maskapai mau untuk beroperasi di Kertajati, terutama mengingat bahwa bandara tersebut telah dihadapkan pada berbagai masalah dalam hal jumlah penerbangan sejak dibuka pada tahun 2018. Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan fasilitas agar Kertajati dapat berfungsi dengan maksimal.

Dengan segala pertimbangan ini, rencana pengalihan penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Kertajati akan terus berdampak pada dinamika industri penerbangan di Indonesia. Hanya waktu yang akan menjawab apakah langkah ini dapat terwujud dengan baik dan memenuhi ekspektasi masyarakat serta sektor penerbangan.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait