BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 08:11 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Sabtu, 18 Jul 2026 18:50 WIB

Apakah Pembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Simak Penjelasan Ini

18 Jul 2026, 18:50 WIB 89x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
A
Almira Rara Susanti 89x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Pembalut sekali pakai sebenarnya perlu dicuci terlebih dahulu atau tidak sebelum dibuang? Begini anjuran terbaiknya dari sisi kesehatan. (Istockphoto/LexCollection)
Ilustrasi. Pembalut sekali pakai sebenarnya perlu dicuci terlebih dahulu atau tidak sebelum dibuang? Begini anjuran terbaiknya dari sisi kesehatan. (Istockphoto/LexCollection)

Belakangan ini, media sosial kembali memperdebatkan sebuah kebiasaan yang mungkin dianggap sepele oleh sebagian orang: apakah pembalut sekali pakai perlu dicuci sebelum dibuang? Sebagian orang berpendapat bahwa mencuci pembalut bekas adalah tindakan yang lebih sopan dan higienis.

Di sisi lain, banyak juga yang memilih untuk langsung membuang pembalut setelah membungkusnya tanpa mencucinya terlebih dahulu. Pertanyaannya, mana yang seharusnya diutamakan dari perspektif kesehatan?

Panduan dari WHO

Menurut informasi dari World Health Organization (WHO) mengenai kesehatan menstruasi, pembalut sekali pakai tidak perlu dicuci sebelum dibuang. Yang terpenting adalah membuangnya dengan cara yang benar sesuai dengan jenis produk yang digunakan. WHO menekankan bahwa pengelolaan produk menstruasi harus disesuaikan dengan jenis produk tersebut.

Untuk pembalut sekali pakai, setelah digunakan, produk tersebut cukup dibungkus agar tidak terlihat darahnya dan tidak mencemari lingkungan, kemudian dibuang ke tempat sampah. Sementara itu, untuk pembalut yang dirancang untuk digunakan berulang kali, prosedurnya berbeda. Pembalut tersebut harus dicuci hingga bersih, dikeringkan dengan baik, dan baru bisa digunakan kembali.

Kebiasaan Mencuci Pembalut

Meskipun tidak ada anjuran khusus, praktik mencuci pembalut sekali pakai masih cukup umum di Indonesia. Sebuah penelitian berjudul A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia, menunjukkan bahwa hampir semua responden terbiasa mencuci pembalut sekali pakai sebelum membuangnya. Rata-rata, responden menggunakan sekitar 3 hingga 5 liter air untuk mencuci setiap pembalut. Peneliti mencatat bahwa kebiasaan ini umumnya bukan karena alasan medis atau kesehatan.

Praktik mencuci pembalut lebih banyak dipengaruhi oleh norma budaya, kebiasaan yang diturunkan dalam keluarga, serta rasa malu jika pembalut yang penuh darah ditemukan oleh orang lain. Penelitian yang sama juga menyoroti bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mencuci pembalut sekali pakai memberikan manfaat kesehatan tambahan dibandingkan dengan langsung membuangnya. Kebiasaan ini justru berpotensi meningkatkan penggunaan air bersih dalam jumlah yang signifikan jika dilakukan secara rutin oleh banyak perempuan.

Oleh karena itu, para peneliti menilai bahwa edukasi mengenai pengelolaan limbah menstruasi perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami perbedaan antara pembalut sekali pakai dan pembalut yang dapat digunakan kembali. Berdasarkan pedoman WHO, langkah-langkah untuk membuang pembalut sekali pakai adalah sebagai berikut:

  • Lipat pembalut bekas setelah digunakan.
  • Bungkus menggunakan kemasan pembalut, tisu, atau kertas agar darah tidak terlihat.
  • Buang ke tempat sampah yang tersedia.
  • Hindari membuang pembalut ke toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan.

Untuk pembalut kain atau produk menstruasi yang dirancang untuk digunakan kembali, perlu dicuci menggunakan air dan sabun, lalu dikeringkan hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Jika menggunakan pembalut sekali pakai, tidak ada kewajiban untuk mencucinya sebelum dibuang. Yang lebih penting adalah memastikan pembalut dibungkus dengan baik dan dibuang di tempat sampah yang sesuai.