PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kebakaran yang melanda ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 pada Jumat (12/6/2026), ketika kapal tersebut bersandar di Dermaga Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa perhatian utama perusahaan saat ini adalah penanganan para korban yang terdampak oleh insiden tersebut. "Atas nama manajemen ASDP, saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Pikiran dan perhatian kami saat ini sepenuhnya tertuju kepada para korban yang sedang menjalani perawatan serta keluarga yang mendampingi mereka. Kami turut mendoakan agar seluruh korban diberikan kekuatan dan dapat segera pulih," ungkap Heru dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan di Jakarta.
Komitmen ASDP dalam Pendampingan Korban
Heru menegaskan bahwa ASDP akan terus hadir untuk mendampingi para korban selama proses pemulihan berlangsung. "Kami ingin memastikan bahwa para korban dan keluarga tidak menghadapi situasi ini sendirian. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta pendampingan yang diperlukan," tambahnya.
Dalam penanganan insiden ini, sekitar 15 orang yang mengalami luka bakar telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. ASDP terus berupaya melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memantau perkembangan kondisi para korban serta memastikan semua kebutuhan penanganan dapat terpenuhi dengan baik.
Penyebab Insiden dan Tindakan Darurat
Berdasarkan laporan awal, insiden kebakaran diduga disebabkan oleh letupan pada sistem hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin. Awak kapal segera melaksanakan prosedur keadaan darurat, melakukan pemadaman, serta mengevakuasi korban. Berkat respons cepat dari awak kapal, api dapat dikendalikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit sehingga tidak meluas ke area lain.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, juga menyampaikan bahwa seluruh jajaran ASDP di Banda Aceh saat ini berfokus pada dukungan proses penanganan korban dan memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terkait berjalan dengan baik. "Kami secara konsisten akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Kami berkomitmen mendukung penuh proses investigasi yang berlangsung serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keselamatan operasional," ucap Andri.
Sejak insiden terjadi, jajaran ASDP Cabang Banda Aceh bergerak cepat berkoordinasi dengan rumah sakit, KSOP, kepolisian, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait lainnya untuk memastikan proses evakuasi, penanganan medis, dan tindak lanjut berjalan dengan baik. ASDP juga memberikan apresiasi kepada awak kapal, petugas pelabuhan, tenaga medis, serta semua pihak yang telah sigap membantu dalam penanganan darurat sehingga situasi dapat segera teratasi.
Saat ini, perusahaan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut. ASDP berkomitmen untuk mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung serta melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari upaya memperkuat standar keselamatan operasional.