BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 09:09 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Sabtu, 08 Agt 2026 23:57 WIB

Asosiasi Pengusaha Las Didirikan untuk Tingkatkan Kompetensi dan Akses Pasar

08 Agt 2026, 23:57 WIB 34x dibaca 3 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
Z
Zahra Asma Nabila 34x dibaca · 3 menit baca
Foto: APPI
Foto: APPI

Industri pengelasan di tanah air sedang didorong untuk meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan daya saingnya agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur di Indonesia. Upaya ini dianggap penting untuk memperkuat pelaku usaha, terutama bengkel las dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui peningkatan keterampilan, teknologi, standardisasi, dan akses pasar.

Seruan untuk penguatan ini disampaikan dalam acara deklarasi Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia (APPI) yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta ratusan pengusaha pengelasan, pelaku industri konstruksi baja, akademisi, asosiasi profesi, dan pemangku kepentingan dari berbagai daerah.

Pemilihan Kepemimpinan APPI

Dalam musyawarah nasional pertama APPI, Budi Harta Winata, yang juga merupakan pendiri organisasi ini, terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APPI untuk periode 2026–2031. Dengan tema “Bersatu Membangun Industri Pengelasan Nasional yang Berdaya Saing Global”, APPI berkomitmen untuk menghimpun, membina, dan memperkuat pelaku usaha pengelasan dari seluruh wilayah Indonesia.

Komitmen APPI untuk Peningkatan Kualitas

Budi menyatakan bahwa penguatan industri pengelasan harus dimulai dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar bengkel las dapat berkembang menjadi lebih profesional dan kompetitif. “APPI lahir dari semangat persatuan dan kolaborasi. Sudah saatnya bengkel-bengkel las di Indonesia naik kelas, tidak hanya menjadi pelaku usaha yang bertahan, tetapi menjadi industri yang profesional, produktif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya dalam siaran pers.

Menurut Budi, APPI akan mendorong peningkatan kualitas bengkel las melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia, pendidikan, pelatihan, sertifikasi, serta penguasaan teknologi pengelasan. Selain itu, APPI juga akan mendukung penggunaan produk dan jasa dalam negeri, perluasan akses pasar, penguatan kemitraan, serta akses pembiayaan bagi pelaku usaha pengelasan.

Organisasi ini berkomitmen untuk membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem industri pengelasan nasional. Penguatan standardisasi mutu dan transformasi digital juga menjadi fokus APPI dalam upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing pelaku usaha pengelasan.

APPI meyakini bahwa penguatan sektor ini dapat membuka peluang bagi lebih banyak bengkel las untuk berkembang, meningkatkan kualitas produk, menciptakan lapangan kerja, serta memperbesar kontribusi industri pengelasan terhadap pembangunan infrastruktur dan perekonomian nasional. APPI merupakan organisasi nasional yang didirikan dan diinisiasi oleh Indonesian Society of Steel Construction (ISSC) bersama Komunitas Bengkel Las Indonesia (KBLI) untuk memperkuat ekosistem peningkatan UMKM di industri pengelasan nasional.

APPI berupaya meningkatkan kompetensi, profesionalisme, inovasi, dan daya saing industri pengelasan melalui kolaborasi, pendidikan, sertifikasi, penguatan jejaring usaha, serta kemitraan dengan pemerintah dan dunia industri.