BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:11 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Kamis, 09 Jul 2026 00:03 WIB

AXA Financial Luncurkan Asuransi Jiwa dengan Perlindungan hingga Usia 100 Tahun

09 Jul 2026, 00:03 WIB 111x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
N
Nadia Stevani Putri 111x dibaca · 2 menit baca
Foto: Freepik
Foto: Freepik

PT AXA Financial Indonesia (AFI) resmi meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional bernama Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector. Peluncuran ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan finansial jangka panjang, mengingat meningkatnya usia harapan hidup serta kebutuhan akan proteksi ekonomi yang semakin mendesak.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menjelaskan bahwa produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan hingga usia 100 tahun dan membantu masyarakat dalam menghadapi risiko finansial yang mungkin terjadi di masa depan. "Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup, melebarnya kesenjangan perlindungan, serta bertambahnya beban finansial keluarga, masyarakat membutuhkan solusi perlindungan yang mampu memberikan kepastian lintas generasi. Melalui Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector, kami ingin membantu masyarakat mempersiapkan masa depan dengan lebih baik," ungkap Niharika di Jakarta pada Rabu (8/7/2026).

Kebutuhan Perlindungan Finansial yang Meningkat

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 74,47 tahun pada tahun 2025, dan angka ini terus mengalami peningkatan. Di sisi lain, survei yang dilakukan oleh Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025 menunjukkan bahwa kesenjangan perlindungan di Asia masih sangat tinggi. Diperkirakan, nilai health protection gap mencapai sekitar Rp 4.200 triliun, sementara mortality protection gap diperkirakan sekitar Rp 2.150 triliun pada tahun 2024.

Generasi Sandwich dan Tantangan Ekonomi

AXA Financial Indonesia mencatat bahwa situasi ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan perlindungan finansial untuk menghadapi risiko kesehatan dan kehilangan pencari nafkah. Selain itu, meningkatnya jumlah generasi sandwich yang harus menanggung kebutuhan ekonomi anak dan orang tua di tengah kenaikan biaya hidup juga mendorong permintaan akan produk perlindungan jangka panjang.