Regional

Ayah di Demak Berkolusi dengan Anak untuk Mencuri Sepeda Motor dengan Alasan COD

Seorang ayah di Demak terlibat dalam skenario penipuan dengan anaknya untuk mencuri sepeda motor, mengaku akan melakukan transaksi COD.

R
Rizky Ananta
12 April 2026 9 pembaca
Ayah di Demak Berkolusi dengan Anak untuk Mencuri Sepeda Motor dengan Alasan COD
Sumber gambar: regional.kompas.com

Di Demak, Jawa Tengah, seorang ayah berinisial MA (47) ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor bersama anaknya yang masih di bawah umur. Peristiwa penipuan ini terungkap ketika pelaku mengaku kepada anaknya bahwa mereka akan melakukan transaksi cash on delivery (COD) untuk sepeda motor yang sebenarnya telah dicuri.

Rincian Kasus Pencurian

Menurut keterangan polisi, kejadian ini bermula saat MA mengajak anaknya untuk menemui seorang calon pembeli sepeda motor. Mereka berencana melakukan transaksi COD dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan sepeda motor hasil curian tersebut. Tak disangka, korban yang merupakan pemilik asli sepeda motor melaporkan kehilangan tersebut ke pihak berwajib.

Setelah menerima laporan tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Diketahui bahwa MA dan anaknya telah merencanakan aksi ini dengan sangat rapi, sehingga sempat lolos dari pengawasan. “Mereka berpura-pura seolah-olah akan melakukan transaksi jual beli yang sah,” jelas Kapolsek Demak, AKP Budi Santoso.

Pihak Berwenang Mengungkap Motif di Balik Aksi Tersebut

Pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka tidak menganggap enteng aksi pencurian ini, terutama karena melibatkan seorang ayah yang seharusnya melindungi anaknya. “Ini adalah tindakan yang sangat memprihatinkan, di mana seorang ayah justru mengajak anaknya untuk melakukan kejahatan,” ungkap Budi Santoso. Pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa MA kini telah ditahan, sedangkan anaknya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku untuk pelaku di bawah umur.

Aksi penipuan dan pencurian ini menyita perhatian masyarakat setempat, mengingat adanya keterlibatan anggota keluarga dalam tindak kriminal. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mendorong seseorang, terutama orang tua, untuk terlibat dalam tindakan yang melawan hukum. “Kita perlu lebih banyak memberikan edukasi tentang bahaya kriminalitas dan dampaknya bagi keluarga,” tambah Budi Santoso.

Dari informasi yang dihimpun, pihak kepolisian juga berjanji akan meningkatkan pengawasan agar kasus serupa tidak terjadi di masa mendatang. Masyarakat diharapkan lebih waspada dan melaporkan setiap tindakan mencurigakan kepada pihak berwenang. Dengan demikian, tindakan pencegahan terhadap kejahatan bisa lebih efektif.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait