BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 06:09 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 15 Jul 2026 09:33 WIB

Bali Dipersiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional Indonesia

15 Jul 2026, 09:33 WIB 85x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
S
Sabrina Aulia Rahma 85x dibaca · 2 menit baca
Foto: Edi Yusuf
Foto: Edi Yusuf

Kepala BP BUMN dan COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa pemerintah sedang berupaya menjadikan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan global. Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam sebuah rapat yang melibatkan Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara, untuk membahas kesiapan pengembangan PFII.

Benchmark dari Dubai

Dony menyatakan bahwa dalam pengembangan PFII, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan. DIFC dianggap berhasil dalam mengubah Dubai menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia. "Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark karena dinilai berhasil mentransformasi Dubai menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia," kata Dony dalam keterangan tertulisnya.

Keunggulan DIFC dan Harapan untuk Bali

Dony menjelaskan bahwa DIFC menawarkan berbagai keunggulan, termasuk insentif pajak korporasi yang mencapai nol persen selama 40 tahun, serta menjadi pusat bagi lebih dari 50 ribu profesional. DIFC juga dikenal sebagai "Wall Street of MEASA" (Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan). Dengan mengadopsi praktik terbaik dari DIFC, Dony berharap PFII di Bali dapat menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.

Dalam rapat tersebut, Dony menekankan bahwa fokus pembahasan adalah pada strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, dan optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan yang mendukung PFII. Ia menegaskan bahwa PFII bukan hanya sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia. "Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.

Melalui sinergi ini, Dony optimis bahwa PFII di Bali akan menjadi magnet bagi investasi internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan di kawasan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.