Kesehatan

Batas Aman Konsumsi Gula Harian untuk Anak, Penting untuk Diperhatikan

Orang tua perlu memahami batas maksimal konsumsi gula harian untuk anak agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan. Konsumsi gula berlebih dapat berdampak negatif bagi kesehatan anak dalam jangka...

I
Ilham Saputra
04 May 2026 8 pembaca
Batas Aman Konsumsi Gula Harian untuk Anak, Penting untuk Diperhatikan
Ilustrasi. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak. Lantas, berapa batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak? (iStock/gemphotography)

Gula merupakan sumber energi yang penting bagi aktivitas sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Namun, banyak orang tua yang belum menyadari bahwa konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berapa batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak.

Risiko Kesehatan Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Di tengah maraknya makanan dan minuman manis, anak-anak menjadi kelompok yang rentan mengonsumsi gula secara berlebihan. Tanpa pengawasan yang tepat, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak dalam jangka panjang. Gula tidak hanya berasal dari gula tambahan seperti gula pasir, tetapi juga terdapat dalam berbagai produk seperti minuman manis, permen, kue, sereal, serta minuman kemasan seperti soda dan jus buah. Banyak produk yang terlihat sehat ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Oleh karena itu, edukasi mengenai konsumsi gula perlu dilakukan sejak dini agar orang tua dapat membantu anak membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.

Batas Maksimal Konsumsi Gula untuk Anak

Menurut The American Heart Association, konsumsi gula tambahan untuk anak usia 2-18 tahun sebaiknya tidak melebihi 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh per hari. Berdasarkan Jurnal European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (2018), batas konsumsi gula sebaiknya disesuaikan dengan usia anak, sebagai berikut:

  • Usia 2-4 tahun: 15-16 gram per hari (sekitar 4 sendok teh)
  • Usia 4-7 tahun: 18-20 gram per hari (sekitar 5 sendok teh)
  • Usia 7-10 tahun: 22-23 gram per hari (sekitar 6 sendok teh)
  • Usia 10-13 tahun: 24-27 gram per hari (sekitar 6-7 sendok teh)
  • Usia 13-15 tahun: 27-32 gram per hari (sekitar 7-8 sendok teh)
  • Usia 15-19 tahun: 28-37 gram per hari (sekitar 7-9 sendok teh)

Batas ini mengacu pada konsumsi gula tambahan yang idealnya tidak melebihi 5 persen dari total kebutuhan energi harian anak.

Dampak Negatif Konsumsi Gula Berlebih

Konsumsi gula yang melebihi batas harian dapat memberikan berbagai efek negatif bagi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut adalah beberapa dampak yang perlu diwaspadai:

  1. Meningkatkan risiko obesitas: Asupan gula berlebih, terutama dari minuman manis dan camilan tinggi gula, dapat menyebabkan penumpukan kalori berlebih, yang berisiko memicu kenaikan berat badan hingga obesitas.
  2. Memicu diabetes tipe 2: Konsumsi gula tambahan dalam jangka panjang dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko resistensi insulin, yang merupakan salah satu penyebab utama diabetes tipe 2.
  3. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular: Tingginya konsumsi fruktosa dari gula tambahan dapat mempengaruhi kesehatan jantung, membuat anak berisiko mengalami gangguan kardiovaskular di masa depan.
  4. Menimbulkan gangguan pencernaan: Konsumsi gula dalam bentuk cair seperti jus buah berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, dengan gejala seperti diare, perut kembung, hingga nyeri perut.
  5. Menyebabkan kerusakan gigi: Gula yang menempel pada gigi difermentasi oleh bakteri di mulut dan menghasilkan asam, yang dapat merusak enamel gigi serta meningkatkan risiko karies dan gigi berlubang.
  6. Menurunkan kualitas asupan nutrisi: Makanan dan minuman tinggi gula sering kali menggantikan asupan makanan bergizi, sehingga anak berisiko kekurangan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan vitamin.
  7. Mempengaruhi pola makan dan perilaku: Minuman manis tidak memberikan rasa kenyang yang optimal, sehingga anak cenderung makan lebih banyak, yang dapat meningkatkan total asupan kalori dan membentuk kebiasaan makan yang kurang sehat.

Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memahami batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak agar dapat mencegah berbagai masalah kesehatan yang mungkin timbul.

Artikel Terkait