BREAKING Minggu, 21 Jun 2026 16:14 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Minggu, 21 Jun 2026 07:13 WIB

Berbagai Faktor Penyebab Keterlambatan Menstruasi Selain Kehamilan

21 Jun 2026, 07:13 WIB 9x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Rizky Ananta 9x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Selain hamil, penyebab telat haid bisa karena berbagai faktor. Ada sejumlah kondisi yang menjadi penyebabnya. (iStockphoto/golubovy)
Ilustrasi. Selain hamil, penyebab telat haid bisa karena berbagai faktor. Ada sejumlah kondisi yang menjadi penyebabnya. (iStockphoto/golubovy)

Setiap bulan, perempuan biasanya mengalami menstruasi atau haid. Namun, ada kalanya menstruasi datang terlambat. Selain kehamilan, terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan ini. Beberapa kondisi yang mempengaruhi siklus menstruasi perlu diperhatikan.

Pentingnya Memantau Siklus Menstruasi

Menurut Yolanda Kirkham, seorang dokter kandungan di Women's College Hospital dan St Joseph's Health Centre di Toronto, siklus menstruasi umumnya berlangsung antara 25 hingga 40 hari. Ia menyarankan agar perempuan melacak siklus menstruasi mereka, baik menggunakan aplikasi di ponsel atau kalender. Selain itu, perempuan juga disarankan untuk memperhatikan perubahan pada aliran darah, terutama jika menstruasi menjadi lebih deras. Kirkham menjelaskan bahwa keterlambatan haid bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Penyebab Keterlambatan Menstruasi

Berikut adalah beberapa penyebab keterlambatan menstruasi selain kehamilan:

1. Terlalu intens berolahraga
Berolahraga secara berlebihan dapat memberikan tekanan fisik pada tubuh, yang dapat memengaruhi produksi hormon yang mengatur siklus menstruasi. Hormon pelepas gonadotropin (GnRH) adalah salah satu hormon yang terpengaruh, dan jika otak tidak melepaskannya, seseorang dapat mengalami amenore atau berhenti menstruasi.

2. Perubahan berat badan
Peningkatan kadar lemak dapat meningkatkan estrogen, yang memengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan haid datang terlambat. Sebaliknya, penurunan berat badan yang drastis juga dapat mengganggu siklus menstruasi karena estrogen penting untuk membangun lapisan rahim.

3. Stres
Stres yang tinggi dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur. Selain keterlambatan, menstruasi juga dapat menjadi lebih menyakitkan dan berlangsung lebih lama ketika seseorang mengalami tingkat stres yang tinggi.

4. Hormon yang berfluktuasi
Hormon tiroid berperan penting dalam pengendalian energi tubuh dan memengaruhi banyak organ. Ketidakseimbangan hormon tiroid, baik yang tinggi maupun rendah, dapat memengaruhi siklus menstruasi. Misalnya, seseorang dengan hipertiroidisme mungkin mengalami siklus haid yang lebih pendek, sedangkan hipotiroidisme dapat menyebabkan siklus yang lebih jarang.

5. Paparan pestisida
Pestisida dapat menyebabkan keterlambatan menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang terpapar pestisida di lahan pertanian melaporkan ketidakteraturan dalam siklus menstruasi mereka, bahkan ada yang tidak menstruasi selama 90 hari.

6. Kurang tidur
Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan siklus haid yang tidak teratur. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami sindrom pramenstruasi dan kurang tidur cenderung mengalami pendarahan yang lebih berat dan periode menstruasi yang tidak teratur.

7. Kondisi kesehatan tertentu
Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi kelancaran haid, seperti gangguan makan (anoreksia, bulimia), penyakit radang panggul (PID), sindrom ovarium polikistik (PCOS), insufisiensi ovarium primer (POI), dan diabetes yang tidak terkontrol.

Demikianlah beberapa penyebab keterlambatan menstruasi yang perlu diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!