Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi adalah hal yang sangat penting bagi orang tua sejak awal kehidupan anak. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah bayi boleh mengonsumsi susu UHT. Berikut adalah penjelasan mengenai hal ini.
Apakah Bayi Diperbolehkan Minum Susu UHT?
Susu UHT dikenal karena kepraktisannya, mudah didapat, dan memiliki kandungan gizi yang cukup baik. Namun, ini tidak berarti susu tersebut bisa diberikan kepada bayi sejak usia dini. Orang tua perlu memahami usia yang tepat dan aturan pemberian susu UHT berdasarkan rekomendasi dari para ahli. Dengan pengetahuan yang benar, orang tua dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi tanpa mengabaikan kesehatan dan pertumbuhannya.
Menurut buku "Antiribet MPASI" (2023) yang ditulis oleh Dr. Asti Praborini, Sp.A., IBCLC dan Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC, bayi dapat mulai mengonsumsi susu sapi yang telah dipasteurisasi atau susu UHT setelah mencapai usia satu tahun. Namun, susu UHT tidak harus diberikan setiap hari. Bayi tetap disarankan untuk menyusu sesuai dengan kebutuhannya, sementara kebutuhan gizi utama sebaiknya dipenuhi melalui makanan keluarga yang seimbang.
Konsumsi susu sapi juga sebaiknya dibatasi sekitar 2 cangkir atau 400 ml per hari. Jika kebutuhan gizi bayi sudah terpenuhi dari makanan dan ASI, tidak masalah jika anak tidak mengonsumsi susu sapi.
Alasan Mengapa Bayi di Bawah Satu Tahun Tidak Boleh Minum Susu UHT
Menurut Health Hub, bayi yang berusia di bawah satu tahun belum memiliki sistem pencernaan dan ginjal yang cukup matang untuk mencerna susu sapi, termasuk susu UHT. Beberapa alasan mengapa susu UHT tidak dianjurkan untuk bayi di bawah usia satu tahun antara lain:
- Kandungan protein dan mineral yang lebih tinggi dapat membebani kerja ginjal bayi.
- Bayi berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi karena ginjal belum mampu memproses zat gizi tersebut secara optimal.
- Kandungan zat besi dan vitamin C pada susu sapi lebih rendah dibandingkan dengan ASI.
- Konsumsi susu sapi terlalu dini dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi yang dapat berdampak pada pertumbuhan, kemampuan belajar, dan perkembangan anak.
Oleh karena itu, selama tahun pertama kehidupan, ASI atau susu formula tetap menjadi pilihan terbaik sesuai dengan kebutuhan bayi.
Cara Mengenalkan Susu UHT kepada Bayi
Banyak orang tua yang belum mengetahui apakah bayi boleh minum susu UHT. Health Hub menyarankan agar peralihan ke susu sapi dilakukan secara bertahap agar anak lebih mudah menerima rasanya dan memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk beradaptasi. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Campurkan sedikit susu UHT dengan ASI atau susu formula, kemudian tingkatkan porsinya secara bertahap.
- Gunakan susu sebagai bahan tambahan dalam makanan, seperti membuat oatmeal, bubur, atau smoothie.
- Berikan susu dalam suasana yang menyenangkan tanpa memaksa anak untuk menghabiskannya.
Jika anak belum menyukai susu UHT, orang tua tidak perlu khawatir. Kebutuhan kalsium juga dapat dipenuhi melalui yoghurt tanpa pemanis, keju, dan makanan tinggi kalsium lainnya. Dengan demikian, orang tua dapat memahami jawaban atas pertanyaan mengenai apakah bayi boleh mengonsumsi susu UHT. Semoga informasi ini bermanfaat!