Pada Senin (22/6/2026) pagi WIB, pelatih Tanjung Verde, Bubista, menegaskan bahwa timnya akan berjuang untuk melaju ke babak gugur setelah bermain imbang 2-2 melawan Uruguay dalam laga Grup H Piala Dunia 2026. Hasil ini semakin mendekatkan Tanjung Verde ke fase 32 besar setelah sebelumnya meraih hasil imbang tanpa gol melawan Spanyol di pertandingan pembuka.
Sebagai debutan Piala Dunia yang menempati peringkat ke-63 dunia, Tanjung Verde telah menjadi salah satu kejutan terbesar dalam turnamen ini. Tim yang berasal dari kepulauan kecil di Samudra Atlantik tersebut kini memiliki peluang nyata untuk melangkah lebih jauh jika berhasil mengalahkan Arab Saudi pada laga terakhir grup.
Komitmen untuk Bersaing
Bubista menyatakan bahwa sejak awal, timnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan tujuan untuk bersaing sebaik mungkin melawan tim-tim yang lebih diunggulkan. Ia percaya pencapaian yang diraih sejauh ini menunjukkan bahwa para pemain mampu mempertahankan identitas permainan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Bubista menyampaikan, "Sejak awal kami selalu mengatakan ingin bersaing di level tertinggi yang memungkinkan dan itulah yang sedang kami lakukan. Lebih penting daripada hasil adalah menunjukkan identitas kami sebagai tim, kekuatan kami, persatuan kami, dan juga daya juang kami."
Peluang untuk Melangkah Jauh
Pelatih Tanjung Verde itu menilai bahwa target untuk lolos ke babak gugur kini bukanlah sekadar impian. Dengan dua hasil positif melawan tim-tim yang lebih difavoritkan, ia merasa timnya memiliki alasan kuat untuk percaya diri menghadapi laga penentuan.
Melanjutkan pernyataannya, Bubista menambahkan, "Kami datang ke sini untuk mencoba mewujudkan mimpi baru, yaitu lolos ke putaran kedua, dan saya pikir itu adalah cara berpikir yang sah. Kami menghormati semua lawan, tetapi sekarang kami berada pada titik untuk mengatakan bahwa kami akan berjuang demi kelolosan."
Sebelum menghadapi Uruguay, Bubista telah berjanji bahwa timnya akan bermain tanpa rasa takut. Janji tersebut terbukti saat Tanjung Verde memberikan perlawanan sengit kepada salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia. Tanjung Verde sempat unggul lebih dulu melalui tendangan bebas indah dari Kevin Pina. Setelah tertinggal 1-2, mereka kembali menunjukkan karakter kuat dengan menyamakan kedudukan lewat gol Helio Varela dan berhasil mempertahankan hasil imbang hingga akhir pertandingan.
Menurut Bubista, penampilan melawan Uruguay menunjukkan bahwa timnya layak diperhitungkan dalam perebutan tiket ke babak gugur. Ia merasa para pemain berhasil menunjukkan kualitas, keberanian, dan semangat juang yang selama ini menjadi identitas tim. Pelatih berusia 56 tahun itu menegaskan, "Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami memiliki kemampuan untuk berjuang meraih kelolosan dan saya pikir itulah yang kami tunjukkan hari ini. Pada titik ini, satu-satunya hal yang kami pikirkan adalah lolos ke babak berikutnya."
Tanjung Verde kini akan mengalihkan fokus ke pertandingan terakhir Grup H melawan Arab Saudi pada Sabtu (27/6/2026) pagi WIB. Kemenangan dalam laga tersebut akan memastikan langkah mereka ke babak 32 besar dan melengkapi salah satu kisah paling mengejutkan di Piala Dunia 2026.