PT BUKALAPAK.COM Tbk (“BUKA” atau “Perseroan”) melaporkan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26). Secara total, pendapatan yang diraih selama semester pertama 2026 (1H26) mencapai Rp 4,0 triliun, meningkat sebesar 29 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (1H25).
Margin kontribusi perusahaan tercatat Rp 72 miliar pada 2Q26, sedangkan untuk 1H26, margin kontribusi tumbuh 11 persen menjadi Rp 171 miliar. BUKA juga mencatatkan Adjusted EBITDA sebesar Rp 6 miliar pada 2Q26, melanjutkan tren positif yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Pencapaian Positif di Semester Pertama
Selama 1H26, Adjusted EBITDA tercatat positif sebesar Rp 10 miliar, meningkat sekitar Rp 44 miliar dibandingkan dengan angka negatif Rp 34 miliar pada tahun sebelumnya. Menurut Victor Putra Lesmana, Direktur PT BUKALAPAK.COM Tbk, pencapaian Adjusted EBITDA yang tetap positif sepanjang semester pertama 2026 menunjukkan kemajuan berkelanjutan dari transformasi yang dijalankan perusahaan.
“Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, kami tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu, 29 Juli 2026.
Segmentasi Pendapatan yang Beragam
Pada 2Q26, segmen Gaming mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,39 triliun. Secara kumulatif, pendapatan dari segmen ini selama 1H26 tumbuh 42 persen menjadi Rp 3,5 triliun, didorong oleh pengembangan bisnis internasional. Segmen Gaming juga mencatatkan Adjusted EBITDA positif secara konsisten, yaitu Rp 7 miliar pada 2Q26.
Di sisi lain, Mitra Bukalapak mencatatkan pendapatan sebesar Rp 152 miliar pada 2Q26, turun dari Rp 188 miliar pada 2Q25. Penurunan ini merupakan dampak dari strategi untuk lebih fokus pada produk yang lebih selektif. Pendapatan 1H26 untuk segmen ini mengalami penurunan sebesar 27 persen YoY dibandingkan 1H25, sebagai bagian dari konsolidasi menuju profitabilitas yang lebih sehat, sejalan dengan fokus strategis untuk mendorong produk dengan margin lebih tinggi. Hal ini tercermin dari margin kontribusi Mitra yang tumbuh 48 persen menjadi Rp 29 miliar pada 2Q26, dengan Adjusted EBITDA Mitra berbalik positif menjadi Rp 8 miliar pada kuartal yang sama, dari sebelumnya negatif Rp 9 miliar pada tahun lalu.
Segmen Investment melalui BMoney juga menunjukkan pertumbuhan, dengan pendapatan paruh pertama tahun 2026 (1H26) tumbuh 68 persen secara tahunan (YoY), dari Rp 26 miliar menjadi Rp 44 miliar. Pada 1H26, margin kontribusi segmen ini turut tumbuh 62 persen menjadi Rp 15 miliar, didukung oleh pertumbuhan aset yang dikelola (AUM) yang mencapai lebih dari Rp 6 triliun.
Segmen Retail mencatatkan pendapatan sebesar Rp 60 miliar pada 2Q26, di tengah fokus perusahaan dalam mengoptimalkan pipeline produk, mengelola persediaan, serta mengembangkan jaringan gerai secara selektif. Pendapatan 1H26 untuk segmen ini tercatat sebesar Rp 139 miliar, mengalami penurunan sebesar 14 persen dari Rp 162 miliar pada 1H25.
Perkembangan positif yang berkelanjutan pada segmen Gaming, pencapaian Adjusted EBITDA positif segmen Mitra, serta pertumbuhan segmen Investment menunjukkan kemajuan dari strategi yang dijalankan oleh BUKA. “Dengan dukungan neraca yang solid, kami akan terus menjaga disiplin operasional dan berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan di seluruh segmen,” tutup Victor.