Seorang camat dari Pemerintah Kabupaten Boyolali menghadapi laporan dari mantan pegawainya terkait pengiriman video tidak senonoh. Mantan karyawati yang melaporkan, yang dikenal dengan inisial A, mengungkapkan bahwa camat tersebut mengirimkan video tersebut ke ponselnya setelah A mengundurkan diri dari pekerjaannya.
A menjelaskan bahwa dia menerima dua kiriman video berdurasi sekitar sembilan detik dari camat itu pada tanggal 30 Maret 2026, tepatnya pada pukul 11.58 WIB. Kedua video yang diterima memiliki konten yang sama dan dikirimkan pada waktu yang bersamaan. Setelah menerima video tersebut, A merasa perlu melaporkan kejadian itu kepada keluarganya dan merasa trauma akibat insiden tersebut. Kasus ini kemudian dilaporkan kepada Bupati Boyolali pada bulan April.
Pernyataan Sekretaris Daerah
Sementara itu, M Syawalludin selaku Sekretaris Daerah Boyolali menyatakan bahwa camat yang terlibat telah dipanggil untuk memberikan klarifikasi. Dalam pertemuan dengan tim Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), camat tersebut mengaku telah melakukan kesalahan dalam pengiriman video.
“Pihak pelapor juga sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Camat ini menyampaikan bahwa itu adalah salah kirim,” ujar Syawalludin menjelaskan situasi yang terjadi.
Reaksi Masyarakat
Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat, terutama terkait dengan etika dan perilaku pejabat publik. Banyak yang berharap agar kasus ini ditangani dengan serius dan memberikan efek jera bagi pelaku agar tidak terulang di masa mendatang.
Kasus ini menjadi sorotan, menyoroti pentingnya integritas dan tanggung jawab dari para pejabat dalam menjalankan tugas mereka di masyarakat.