BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 05:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Kamis, 30 Jul 2026 10:50 WIB

Dampak Cuaca Panas Terhadap Kualitas Tidur Malam

30 Jul 2026, 10:50 WIB 56x dibaca 3 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
F
Fadil Ramadhan Akbar 56x dibaca · 3 menit baca
Ilustrasi. Perubahan iklim yang membuat malam terasa panas ternyata ikut berdampak pada berkurangnya waktu tidur masyarakat di berbagai belahan dunia. (iStockphoto/estefanamer)
Ilustrasi. Perubahan iklim yang membuat malam terasa panas ternyata ikut berdampak pada berkurangnya waktu tidur masyarakat di berbagai belahan dunia. (iStockphoto/estefanamer)

Jakarta, CNN Indonesia -- Apakah Anda sering merasa kesulitan tidur atau terbangun di malam hari karena kepanasan? Jika demikian, Anda tidak sendirian. Sebuah analisis terbaru dari Climate Central berjudul "Climate Change is Costing People Sleep" mengungkapkan bahwa malam yang semakin panas akibat perubahan iklim berkontribusi pada berkurangnya waktu tidur masyarakat di berbagai belahan dunia.

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, ketika suhu udara pada malam hari meningkat, tubuh menjadi lebih sulit untuk rileks, yang berdampak pada kualitas tidur. Analisis dari Climate Central menunjukkan bahwa rata-rata penduduk dunia kehilangan hampir 56 jam tidur setiap tahun akibat suhu malam yang terlalu tinggi antara tahun 2020 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar enam jam diestimasi sebagai dampak langsung dari perubahan iklim yang menyebabkan suhu malam semakin hangat.

Suhu Panas dan Gangguan Tidur

Jika dihitung, kehilangan waktu tidur tersebut setara dengan hampir tujuh malam dalam setahun, di mana sekitar satu malam di antaranya disebabkan oleh pengaruh perubahan iklim. Suhu yang tinggi mengganggu kemampuan tubuh untuk menurunkan suhu inti menjelang tidur. Ketika udara malam terlalu panas, proses ini menjadi lebih sulit, sehingga seseorang lebih mudah terbangun atau mengalami kesulitan untuk mencapai fase tidur yang nyenyak.

Dalam laporan tersebut, Climate Central mencatat bahwa dampak paling signifikan terjadi di wilayah yang sudah memiliki suhu malam yang tinggi. Kota-kota di Timur Tengah mengalami kehilangan waktu tidur yang paling besar terkait dengan perubahan iklim. Selain itu, beberapa negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara juga termasuk dalam kategori yang merasakan dampak signifikan.

Dampak di Indonesia

Temuan serupa juga terlihat di sejumlah kota di Indonesia. Climate Central memperkirakan bahwa warga Jakarta, Bekasi, dan Tangerang kehilangan sekitar 84 jam tidur setiap tahun karena suhu malam yang panas. Di sisi lain, warga Bogor diperkirakan kehilangan sekitar 75 jam tidur per tahun, sedangkan Serang mencapai sekitar 90 jam. Dari total kehilangan waktu tidur tersebut, sekitar 6 hingga 8 jam setiap tahunnya dikaitkan dengan perubahan iklim yang membuat suhu malam semakin hangat.

Temuan ini menunjukkan bahwa dampak dari malam yang semakin panas terhadap kualitas tidur juga dirasakan oleh masyarakat di Indonesia. Meskipun suhu panas dapat mengganggu tidur banyak orang, beberapa kelompok diketahui lebih rentan terhadap masalah ini. Orang yang berusia di atas 65 tahun memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami gangguan tidur dibandingkan dengan orang dewasa paruh baya. Selain lansia, perempuan, masyarakat di negara berpendapatan menengah ke bawah, serta mereka yang tinggal di wilayah beriklim panas juga cenderung mengalami dampak yang lebih besar.

Tips untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Walaupun suhu malam yang semakin tinggi sulit dihindari, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk membantu tubuh tetap nyaman saat beristirahat. Jika memungkinkan, gunakan pendingin ruangan atau kipas angin untuk menjaga suhu kamar tetap sejuk. Namun, pendingin ruangan bukanlah solusi yang sempurna karena suhu malam yang semakin panas tetap dapat mengurangi kualitas tidur.

Anda juga disarankan untuk mengenakan pakaian tidur dan seprai yang terbuat dari bahan katun atau material lain yang dapat menyerap keringat dengan baik. Pastikan ventilasi kamar berfungsi dengan baik agar sirkulasi udara tetap lancar dan ruangan tidak terasa pengap. Selain itu, menjelang waktu tidur, hindari melakukan olahraga berat, makan dalam porsi besar, serta mengonsumsi minuman berkafein karena hal ini dapat menyulitkan proses tidur.

Menjaga kamar tetap sejuk dan menerapkan kebiasaan tidur yang baik dapat membantu Anda mendapatkan istirahat yang berkualitas meskipun suhu terasa panas.