BREAKING Sabtu, 15 Agt 2026 07:08 WIB
Home / Kesehatan / Detail
Kesehatan Rabu, 08 Jul 2026 09:02 WIB

Dampak Negatif Menonton Pertandingan Bola terhadap Kesehatan Jantung

08 Jul 2026, 09:02 WIB 88x dibaca 2 menit baca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
R
Reyhan Arifin 88x dibaca · 2 menit baca
Ilustrasi. Beberapa studi menemukan dampak negatif dari menonton pertandingan olahraga di televisi. (istockphoto/svetikd)
Ilustrasi. Beberapa studi menemukan dampak negatif dari menonton pertandingan olahraga di televisi. (istockphoto/svetikd)

Saat ini, dunia sedang merayakan Piala Dunia 2026, dan banyak televisi di rumah menyajikan pertandingan demi pertandingan. Namun, ada beberapa penelitian yang mengungkapkan bahwa menonton acara olahraga di televisi dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung.

Penelitian Mengenai Kesehatan Kardiovaskular

Menurut Harvard Health Publishing, dokter dan perawat sering kali mengamati bahwa ruang gawat darurat tampak sepi selama pertandingan besar seperti Piala Dunia. Namun, setelah pertandingan berakhir, jumlah pasien yang datang ke ruang gawat darurat meningkat secara signifikan. Banyak yang melaporkan mengalami nyeri dada, kesulitan bernapas, dan gejala lainnya. Setiap pertandingan berpotensi memicu tekanan yang tinggi pada tubuh, yang dapat berujung pada serangan jantung, stroke, atau kondisi serius lainnya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Cardiology pada tahun 2017 menunjukkan bahwa menonton pertandingan olahraga dapat memberikan tekanan pada jantung yang setara dengan bermain dalam pertandingan itu sendiri. Penelitian ini melibatkan 20 orang dewasa di Montreal, Kanada, yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Mereka diminta untuk memberikan informasi kesehatan pribadi dan kemudian mengukur denyut nadi mereka saat menyaksikan pertandingan hoki. Setengah dari peserta menonton di televisi, sedangkan sisanya menyaksikan langsung di arena.

Hasil Penelitian dan Dampak Emosional

Hasilnya menunjukkan bahwa denyut nadi penonton televisi meningkat rata-rata sebesar 75 persen, sementara penonton yang hadir langsung di arena mengalami peningkatan hingga 110 persen. Kenaikan denyut jantung ini berlangsung sekitar 39 menit untuk penonton televisi dan 72 menit untuk penonton langsung. Secara keseluruhan, rata-rata peningkatan denyut jantung selama pertandingan hoki mencapai 92 persen, dengan puncak terjadi saat ada peluang mencetak gol.

Menurut para peneliti, "Bukan hasil akhir pertandingan yang menentukan intensitas respons stres emosional, melainkan euforia yang dialami saat menyaksikan bagian-bagian pertandingan yang berintensitas tinggi." Penelitian lebih lanjut yang dipublikasikan dalam jurnal Preventive Medicine pada tahun 2024 juga menemukan bahwa menonton pertandingan olahraga dapat berdampak buruk pada kesehatan kardiometabolik, termasuk peningkatan BMI, hipertensi, dan diabetes.

Dampak negatif ini lebih terlihat pada mereka yang menonton pertandingan melalui televisi. Para peneliti menduga bahwa emosi negatif seperti kemarahan, ketegangan, dan kecemasan yang muncul saat menonton dapat berkontribusi terhadap hipertensi. Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama dan ngemil saat menonton juga dapat memengaruhi kesehatan kardiometabolik.

Merayakan Piala Dunia 2026 setiap hari memang menyenangkan, tetapi penting untuk menyeimbangkan aktivitas tersebut dengan kegiatan positif dan sehat lainnya.