BREAKING Minggu, 14 Jun 2026 06:49 WIB
Home / Ekonomi / Detail
Ekonomi Rabu, 20 Mei 2026 19:23 WIB

Danantara Tanggapi Kekhawatiran Pengusaha Terkait DSI untuk Ekspor Sawit dan Tambang

20 Mei 2026, 19:23 WIB 26x dibaca 2 menit baca ekonomi.republika.co.id ekonomi.republika.co.id
N
Nadia Stevani Putri 26x dibaca · 2 menit baca
Danantara Tanggapi Kekhawatiran Pengusaha Terkait DSI untuk Ekspor Sawit dan Tambang
Foto: Republika/Prayogi

JAKARTA -- Rohan Hafas, Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, memberikan penjelasan mengenai kehadiran Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang ditujukan untuk mengelola ekspor komoditas strategis. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan DSI tidak akan mengganggu mekanisme perdagangan yang telah ada di pasar global, sehingga para pelaku usaha tidak perlu khawatir.

Dalam sebuah media briefing yang berlangsung di Wisma Danantara pada Rabu (20/5/2026), Rohan menyatakan, "Bursa komoditas di dunia ini sudah terjadi, sudah terbentuk. Mereka juga, kalau kita beli minyak kan Indonesia juga beli di bursa Brent oil. Pembeli-penjual ada matchmaker-nya." Pernyataan ini menunjukkan bahwa sistem perdagangan yang ada sudah mapan dan akan terus berlanjut.

Mekanisme Perdagangan yang Terbuka

Rohan menjelaskan bahwa perdagangan komoditas tidak akan dilakukan secara tertutup atau hanya melibatkan hubungan langsung antara penjual dan pembeli tertentu. Ia menekankan bahwa harga komoditas akan tetap mengikuti acuan pasar global. "Kalau sudah punya langganan juga dia enggak bisa one on one. Kedua, market-nya juga sudah jelas," tambahnya.

Upaya Menjaga Kepentingan Nasional

Rohan juga mengangkat isu praktik under invoicing yang dapat terdeteksi berkat adanya acuan harga internasional. Ia menilai bahwa kebijakan ini merupakan langkah penting dalam menjaga kepentingan nasional terkait pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. "Ini tentang nasionalitas kita bahwa kalau sumber daya alam kita dijual di pasar bebas kan harga terbaik," ungkapnya.

Lebih lanjut, Rohan mengungkapkan bahwa pada fase kedua, DSI akan berfungsi sebagai trader yang membayar hasil komoditas strategis dari para pelaku usaha di Indonesia. Ia memastikan bahwa DSI akan menjaga transparansi harga jual dan beli untuk mencerminkan nilai riil dari komoditas tersebut. "Soal kekhawatiran pelanggan, ini kan saya yang bayar. Di tahap dua kan DSI yang bayar para pengusaha batu bara dan sawit itu. Kalau harganya dia mau minta lebih? Enggak bisa dong. Di bursa-bursa dunia ini angkanya segini, enggak ada bisa tekan," jelas Rohan.