PT Darya-Varia Laboratoria Tbk merayakan perjalanan setengah abadnya dengan memberikan beasiswa penelitian kepada lima mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Acara ini berlangsung di Jakarta Selatan pada hari Jumat, 24 Juli.
Lima penerima beasiswa masing-masing mendapatkan dana sebesar Rp30 juta untuk mendukung pengembangan riset di sektor kesehatan. Mereka berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Pancasila. Selain itu, perusahaan juga memberikan Research Appreciation Award berupa beasiswa penelitian senilai Rp5 juta kepada tujuh peserta lainnya, serta penghargaan kepada dosen pembimbing yang dinilai memberikan kontribusi terbaik.
Investasi untuk Masa Depan Penelitian
Direktur Utama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dr. Ian Kloer, menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk investasi jangka panjang perusahaan dalam mendukung lahirnya peneliti serta pemimpin masa depan di bidang kesehatan. "Kami berharap para penerima penghargaan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk berinovasi dan berkolaborasi ke depannya. Darya-Varia ingin menjadi bagian dari perjalanan mereka melalui ekosistem yang mendukung lahirnya peneliti dan pemimpin masa depan," ungkap Ian.
Ia menambahkan bahwa perusahaan percaya bahwa investasi pada talenta adalah langkah penting untuk memperkuat industri kesehatan nasional. "Kami percaya bahwa investasi pada talenta adalah investasi terbaik untuk menciptakan masa depan kesehatan Indonesia yang lebih baik. Investasi ini kami harapkan juga dapat membantu memajukan industri kesehatan di Indonesia," tambahnya.
Membangun Ekosistem Penelitian
Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga dirancang untuk membangun ekosistem yang dapat mempercepat perkembangan para peneliti muda. "Kami ingin membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan para mahasiswi melalui capacity building, mentoring, sampai belajar langsung ke manufaktur. Jadi bukan lagi sekadar di skala laboratorium, tetapi melihat bagaimana riset diterapkan di skala industri," jelas Astry Tri Astuti, Growth Ventures Operating Director Darya-Varia.
Astry juga menyampaikan bahwa para peserta akan mendapatkan kesempatan belajar langsung dari para ahli yang ada di perusahaan dan membangun jejaring profesional. "Harapannya, mereka tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan kemampuan berkolaborasi," katanya.
Penerima beasiswa dinilai berdasarkan beberapa aspek, mulai dari orisinalitas ide, kekuatan metodologi penelitian, hingga potensi dampak riset terhadap industri kesehatan dan masyarakat. "Kami melihat inovasi riset, relevansinya, originalitas ide, bagaimana metodologi penelitian dilakukan, sampai apakah riset tersebut benar-benar mampu menjawab persoalan nyata di industri kesehatan," jelas Astry.
Salah satu penerima beasiswa, Bilqis dari Universitas Pancasila, menyatakan bahwa program ini memberikan kesempatan besar bagi mahasiswi untuk mengembangkan riset dan meningkatkan kepercayaan diri sebagai calon peneliti perempuan. "Program ini menjadi gerbang yang sangat besar, membuka kesempatan. Karena program ini diberikan khusus untuk perempuan, saya merasa mendapat kepercayaan diri yang besar. Ada harapan bahwa perempuan punya ruang untuk memimpin dan berinovasi sehingga bisa memberikan dampak bagi masyarakat, terutama melalui bidang kesehatan," ujarnya.
Melalui inisiatif ini, Darya-Varia berharap dapat melahirkan lebih banyak peneliti perempuan yang mampu menciptakan inovasi di bidang kesehatan serta berkontribusi pada perkembangan industri kesehatan di Indonesia.